Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bantu korban bencana di Sulteng, 14 relawan dilepas Wagub Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sebanyak 14 relawan peduli bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdiri dari 10 orang tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Papua, dua orang dari Dinas Sosial dan dua orang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua dilepas keberangkatannya oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal di halaman Kantor Dinas Kesehatan Papua, Kamis (11/10/2018).

Kepada wartawan, Wagub Klemen mengatakan pemerintah provinsi Papua mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan dan BPBD yang mempunyai ide untuk mengirim personilnya menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Sulawesi Tengah.

"Ada 14 orang yang sebentar sore sudah berangkat ke sana. Kami dari pemerintah daerah berharap 14 orang tersebut dapat bekerja sama dengan relawan-relawan yang sudah ada disana sehingga dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena bencana alam," kata Wagub Klemen.

Dikatakan, jangan dilihat dari jumlah relawan yang dikirim tetapi niat yang tulus dari Dinkes Papua, BPBD, dab Dinas Sosial untuk bahu membahu guna pemulihan pascabencana di Sulteng.

Loading...
;

"Poin yang terpenting adalah, walaupun Papua cukup jauh namun selalu menjadi bagian dari NKRI turut juga membantu, dan dalam konteksional kita juga merasakan kepedihan, duka mendalam terhadap musib di Palu dan Donggala," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Aloysius Giyai mengatakan, tim medis dari Dinkes Papua mempunyai tugas yaitu menangani korban dan juga masyarakat pascabencana di Sulteng.

"Teknis pelaksanaan nanti mereka akan berkoordinasi dengan posko bencana yang ada disana. Apakah akan dipusatkan di Kota Palu atau di Donggala," kata Giyai saat menjawab pertanyaan Jubi.

Selain mengirim tenaga kesehatan, pihaknya juga membawa obat-obatan untuk mengantisipasi penularan penyakit pascabencana.

"Antisipasi kita seperti itu karena pascabencana pastinya akan ada penyakit-penyakit menular yang akan menyerang masyarakat di sana. Paling banyak dijumpai penyakit pascabencana adalah Ispa, muntaber dan beberapa penyakit menular lainnya," ujar Giyai sembari mengatakan 14 relawan tersebut akan bertugas selama 10 hari di Sulteng. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top