Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bantuan bencana banjir hampir Rp23 miliar

Bantuan makanan yang diberikan kepada pengungsi di posko induk – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bantuan kemanusiaan yang diberikan dari berbagai pihak kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk penanganan korban banjir bandang 16 Maret lalu hingga saat ini telah mencapai Rp22.943.159.900.

Dari dana tersebut telah digunakan untuk kebutuhan belanja para korban bencana dan pengungsi mencapai Rp21.491.479.881.

Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Sumarsono, mengatakan pengeluaran anggaran yang digunakan selama ini meliputi belanja alat tulis kantor (ATK), belanja kebutuhan barang rumah tangga para pengungsi, belanja Bahan Bakar Minyak (BBM), belanja fasilitas infrastruktur jembatan darurat dan pendirian posko, belanja pendirian infastruktur MCK darurat dan air bersih, dan biaya kendaraan angkutan.

“Dari kebutuhan belanja yang digunakan ini, paling besar adalah belanja kebutuhan pengungsi yang mencapai Rp15 miliar,” ujar Sumarsono, saat ditemui di Sentani., Rabu (12/6/2019).

Loading...
;

Dikatakan, biaya kebutuhan pengungsi dan korban bencana sangat besar karena penanganannya sejak bencana tanggap darurat, pasca bencana, masa transisi, dan masa pemulihan saat ini.

“Untuk penanganan para korban yang hilang, korban yang meninggal, lalu proses pekuburannya hingga yang belum terindetifikasi dan dikuburkan sebanyak 20 orang termasuk proses identifikasi di rumah sakit Bhayangkara semuanya memakan biaya kurang dari Rp1 miliar. Selebihnya digunakan untuk kebutuhan para pengungsi di sejumlah posko,” jelasnya.

Hingga di masa pemulihan ini masih ada sejumlah posko pengungsi yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam hal konsumsi, kesehatan, sampai kebutuhan air bersih.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi, mengatakan dari bantuan dan penyerapan bantuan berdasarkan jumlah anggaran yang tersedia tentunya masih banyak kekurangan dan belum terakomodir seratus persen untuk kebutuhan para korban bencana ini.

Kendati demikian, Hanna berjanji akan berupaya untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh dengan baik dalam penanganan bencana.

“Proses penanganan semua melalui tahapan demi tahapan, sehingga penting bagi kami untuk mengikuti prosedur dan tahapan tersebut dengan baik. Sementara, waktu dan tempat serta fasilitas yang diinginkan memang masih terbatas, pasti akan kami lakukan yang terbaik dalam bentuk pelayanan kami kepada masyarakat,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top