Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bantuan rumah korban banjir bandang Sentani jangan salah sasaran

Lokasi beberapa rumah warga di perumahan Nauli Doyo Baru, Distrik Waibu yang tertimbun pasir dan batu ketika banjir bandang di Sentani, 16-17 Mei 2019 lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Orgenes Kaway mengingatkan pemerintah dan pihak terkait lainnya agar pembangunan sebanyak 300 rumah untuk korban banjir bandang Sentani pada 16-17 Maret 2019 lalu, tidak salah sasaran.

Ia mengatakan pada 29 September 2019, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Munardo, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi meletakkan batu pertama pembangunan 300 unit hunian tetap untuk korban banjir bandang Sentani yang merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Ratusan rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas lima hektar di areal relokasi di Kemiri, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Jika nanti 300 unit rumah ini selesai dibangun, maka yang mesti diutamakan adalah korban yang tidak lagi memiliki rumah. Yang rumahnya hanyut atau tertimbun lumpur, pasir, kayu dan batu saat banjir bandang,” kata Kaway kepada Jubi, Kamis (3/9/2019).

Loading...
;

Katanya, perlu dilakukan pendataan secara baik terhadap warga yang benar-benar tidak lagi memiliki tempat hunian pasca-bendara banjir bandang. Yang mesti diutamakan adalah warga di sekitar daerah Kemiri, di lokasi 300 rumah kini dibangun.

“Khusus masyarakat saya yang ada di Kemiri sekitar 50-60 keluarga. Tapi kan ada beberapa daerah warga terdampak. Misalnya di Doyo, di Yahim, di Pos Tujuh, di Sosial dan lainnya,” ujarnya.

Katanya, jika dihitung-hitung warga yang kehilangan rumah saat banjir bandang tidak sampai 300 kepala keluarga. Meski ratusan rumah warga ketika itu terdampak banjir, namun kebanyak di antaranya masih dapat digunakan pemiliknya pasca-banjir.

“Makanya, perlu pendataan secara baik. Akan tetapi, saya tentu mendukung pembangunan 300 rumah itu karena kini sudah hampir tujuh bulan pasca-banjir bandang, warga yang kehilangan rumahnya belum juga mendapat kejelasan hunian tetap,” ucapnya.

Sementara Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi, Susanto Pirono saat peletakan batu pertam pembangunan 300 rumah untuk korban banjir bandang Sentani berharap, bantuan pihaknya tersebut dapat meringankan beban para korban.

“Yayasan Buddha Tzu Chi ini merupakan organisasi kemanusian, juga menjalankan misi bantuan bencana bagi para korban di seluruh Indonesia,” kata  Susanto Pirono. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top