Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Banyak caleg minim dana tapi kaya intelektual

Ratusan masyarakat sedang mengikuti dengar pendapat di Swisbelt Hotel – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Bertempat di Swisbelt Hotel, anggota DPR/MPR RI, Sulaeman Hamzah, menggelar dengar pendapat dengan ratusan masyarakat. Kegiatan dimaksud sekaligus mewujudkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang yang berkualitas serta berintegrasi.

Dengar pendapat yang berlangsung Rabu (20/2/2019) itu menghadirkan beberapa pembicara seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu provinsi dan kabupaten, Kejaksaan Negeri (Kejari) serta Polres Merauke.

Dalam sambutannya, Sulaeman mengatakan banyak calon legislatif adalah orang pintar. Hanya saja, tak memiliki finansial cukup. Olehnya, harus diberikan ruang untuk ikut berkompetisi sehingga ketika terpilih, mereka lebih amanah dan bertanggung jawab di daerah pemilihan masing-masing.

“Saya berkeliling di berbagai daerah di Indonesia dan menemukan banyak persoalan. Salah satunya adalah kurang adanya sinergi antara legislatif maupun  eksekutif. Bahkan ada legislatif bersikap pasif, lantaran tak pernah turun ke lapangan menjaring aspirasi  masyarakat,” ujarnya.

Loading...
;

“Banyak caleg setelah terpilih dan menjadi wakil rakyat, tak melaksanakan tugasnya secara baik. Padahal perintah undang-undang, setiap anggota legislatif harus menemui konstituen untuk menyerap sebanyak-banyaknya aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan,” ungkap dia.

Lebih lanjut Sulaeman mengatakan sosialisasi hari ini bertujuan memberikan perlindungan terhadap pemilih dari caleg yang tak amanah. Dalam pemilu bulan April mendatang, untuk pertama kalinya berlangsung pemilihan presiden maupun pemilihan calon legislatif.

Katanya, banyak masyarakat belum mengetahui tentang bagaimana melakukan pencoblosan, apalagi terdapat lima surat suara yang harus dicoblos. Jika tak disosialisasikan secara kontinu, dipastikan pemilih akan lama di bilik TPS.

Dijelaskan, dari waktu ke waktu saat berlangsung pemilu, ada sejumlah persoalan ditemukan di tingkat penyelenggara dari tingkat bawah sampai pleno akhir di KPU.

“Dengan pengalaman sebelumnya, saya berharap  dapat ditekan dalam pemilu kali ini,” pintanya.

Angota Bawaslu Provinsi Papua, Jamaluddin Ladorua, mengharapkan KPU secara kontinu melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang pemilu presiden maupun legislatif.

“Ini sangat penting dilakukan, lantaran banyak yang belum mengetahui cara mencoblos. Apalagi  jumlah surat suaranya sampai lima. Dengan demikian, membutuhkan waktu bagi pemilih ketika berada di dalam bilik TPS,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top