Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Banyak mahasiswa “eksodus” asal Paniai tetap menolak kembali ke kota studi

Lebih dari 30 pelajar dan mahasiswa “eksodus” asal Paniai bertemu di Nabire, Rabu (25/9/2019), dan bersepakat menolak kembali ke kota studinya. – Dok pribadi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Salah satu mahasiswa “eksodus” asal Paniai yang meninggalkan kota studi di luar Papua,  Paul Tekege menangapi pernyataan Bupati Paniai, Meki Nawipa yang menyatakan ada 57 pelajar dan mahasiswa “eskodus” asal Paniai yang sepakat untuk kembali ke kota studi dan melanjutkan pendidikan mereka. Tekege menyatakan banyak mahasiswa “eksodus” tetap menolak kembali ke kota studi di luar Papua.

Paul Tekege membenarkan Bupati Kabupaten Paniai, Meki Nawipa pernah menemui para pelajar dan mahasiswa “eksodus” asal Paniai yang bersekolah di luar Papua dan memilih pulang meninggalkan kota studi pasca kasus persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus lalu. Akan tetapi, Tekege menyatakan ia dan teman-temannya belum pernah menyatakan bersedia kembali ke kota studi dan melanjutkan pendidikan mereka.

“Dalam pertemuan [kami dan] Bupati serta Kepala Dinas Sosial Paniai, [kami] membahas soal dana tugas akhir. [Kami] tidak pernah membahas dan bersepakat seluruh pelajar dan mahasiswa asal Paniai kembali ke kota studinya masing-masing,” kata Paul Tekege saat dihubungi melalui telepon pada Kamis (26/9/2019).

Tekege mengatakan lebih dari 30 pelajar dan mahasiswa “eksodus” asal Paniai akhirnya menggelar pertemuan di Nabire pada Rabu (25/9/2019), untuk menyikapi klaim Bupati Paniai itu. “Rapat itu menyimpulkan pernyataan Bupati Paniai itu adalah pernyataan sepihak beliau. Kami mahasiswa Paniai menolak kembali melanjutkan pendidikan di kota studi kami, karena kami belum pernah bersepakat dengan Bupati. Kami minta pernyataan Bupati Paniai itu dicabut,” kata Tekege.

Loading...
;

Pada Selasa (24/9/2019), Bupati Paniai Meki Nawipa mengatakan Pemerintah Kabupaten Paniai akan membantu 57 mahasiswa asal Paniai yang ingin kembali melanjutkan pendidikan mereka di kota studinya masing-masing. “Pemda dan mahasiswa asal Paniai sudah sepakat [para mahasiswa akan] kembali kuliah. Jadi sudah ada 57 orang mahasiswa [yang akan kembali ke kota studinya],” katanya.

Nawipa bahkan sudah menghubungi Managing Director Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi untuk meminta keringanan tarif penerbangan dari Nabire menuju kota studi seperti Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Bali. “Lion Group akan membantu pelayanan untuk mereka (mahasiswa) kembali. Untuk itu, kami sudah kirim nama mahasiswa untuk menyiapkan tiket,” ungkapnya.

Nawipa menyatakan para mahasiswa akan kembali ke kota studinya masing-masing mulai Senin pekan depan. “Ini bukti kepedulian [kami terhadap] masa depan sumber daya manusia [Paniai]. [Upaya itu] kerja keras dari Kepala Dinas Sosial Paniai,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top