HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bappenas akan petakan potensi segmen jalan trans Papua

Salah satu ruas jalan Trans Papua. – Dok. PJN IV Jayawijaya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas akan memetakan potensi tiap segmen/kelompok ruas jalan trans Papua untuk dijadikan kawasan permukiman terpadu pertanian, perkebunan, atau pariwisata baru. Pemetaaan itu dilakukan agar jalan trans Papua lebih bermanfaat bagi masyarakat lokal.

“Itu tugas kami [selama] lima tahun ke depan. Kami tidak ingin keberadaan jalan trans Papua hanya terkesan jalan saja. Jalan itu harus bermanfaat bagi masyaralat lokal. Kami ingin keberadaan jalan trans Papua dimanfaatkan secara baik, dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat lokal di Papua,” kata Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Velix Vernando Wanggai di Jayapura pekan lalu.

Dalam mengembangkan kawasan permukiman terpadu perkebunan, Bappenas akan memilih menanam pohon khas Papua, seperti matoa, kopi, dan pala. Selain dekat keseharian masyarakat asli Papua, matoa, kopi, maupun pala merupakan komoditas global.

“[Selain] karena saudara kita di Papua secara kultural memiliki ikatan [dengan pohon khas Papua],  pohon itu sudah memiliki pasar di tingkat dunia. [Kami akan] mendorong dan mengembangkan [perkebunan pohon khas Papua] secara baik,” ujarnya.

Loading...
;

Dalam pemetaan itu, Bappenas juga ingin mengidentifikasi model hilirisasi sektor pertambangan yang dapat diterapkan di Papua. Selama ini, pertambangan legal maupun ilegal marak terjadi di berbagai kawasan, namun Papua tidak memiliki industri hilir pertambangan.

Wanggai berharap sejumlah sentra pertambangan seperti Kabupaten Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Mimika dapat mengembangkan industi hilir pertambangan. “Jadi kami akan melihat kira-kira apa yang mampu diproduksi di Papua, itu yang akan dilakukan. Kami sangat mendukung kebijakan Gubernur Papua terkait hilirisasi sektor tambang di Mimika,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta agar pembangunan industri di Papua diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Tata Ruang Wilayah Papua, sehingga berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Industrialisasi di Papua diharapkan tetap mempertimbangkan masa depan generasi berikutnya.

Enembe menyatakan industrialisasi perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Akan tetapi, industrialisasi itu harus mengikuti lima prinsip dasar yakni,  perlindungan, keberpihakan, pemberdayaan, keterpaduan serta tata pemerintahan yang baik.”Sejauh ini pembangunan sektor industri di Papua masih sangat rendah. Padahal, sektor ini merupakan penggerak utama atau lokomotif dalam memajukan perekonomian di Papua,” kata Enembe. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top