HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bappenas ingin kembangkan kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Papua

Foto ilustrasi, pusat kota Jayapura. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas sedang merumuskan pola untuk mengembangkan kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis kepada potensi industri pariwisata di Papua dan Papua BaratHal itu dinyatakan Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas, Velix Vernando Wanggai.

Wanggai menyatakan pihaknya akan membuat satu kalender acara kesenian reguler yang bisa  memunculkan destinasi pariwisata yang ada di seluruh Papua, seperti Raja Ampat, Teluk Triton, Teluk Wondama, Lembah Baliem, Teluk Humbold dan lainnya.

“Ini yang kami namakan kebijakan destinasi wisata prioritas. Ini straregi besar pemerintah dalam dorong pengembangan di Indonesia bagian timur,” kata Velix Wanggai di Jayapura pada Rabu (7/8/2019).

Menurutnya, Bappenas juga berencana menumbuhkan industri baru di wilayah Kabupaten Sorong Selatan, Teluk Bintuni, dan Mimika.  Industri baru yang akan dikembangkan selama 20 tahun ke depan itu diharapkan menopang proses hilirisasi industri di Papua. Bappenas juga akan terus mengembangkan pembangunan untuk mendukung industri pertanian di Merauke.

Loading...
;

“Kami berharap [pengembangan industri di] Papua tidak hanya dilihat [sebatas Papua]. Kami berharap, [semua pemangku kepentingan bisa] melihat keluar, [menjadikan Papua sebagai pintu] membuka pasar-pasar di luar Papua. Salah satunya sentra produksi pangan di Merauke yang terus didorong agar ada pemasaran ke wilayah pasifik,” kata Wanggai.

Ia mengapresiasi langkah Gubernur Papua Lukas Enembe yang telah memulai untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara Papua dan Papua Nugini. “Kami berterimakasih kepada Gubernur Papua yang sudah mulai membuka pasar ke Papua Nugini. Kami berharap kebijakan nasional dari BKPN bisa [mengubah] regulasi, agar Papua bisa ekspor ke luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta agar pembangunan industri di Papua diselaraskan dengan kebijakan daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Papua, dan Rencana Tata Ruang Wilayah Papua. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua. “Sejauh ini pembangunan sektor industri di Papua masih sangat rendah. Padahal, sektor ini merupakan penggerak utama atau lokomotif dalam memajukan perekonomian,” kata Enembe. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top