HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Batal gelar aksi di jalan raya, siswa SD YPK Onomi Felafauw ujian di tenda

Batal gelar aksi di jalan raya, siswa SD YPK Onomi Felafauw ujian di tenda

Siswa-siswi SD YPK Onomi Felafauw yang terpaksa melaksanakan ujian di tenda karena gedung sekolah dipalang – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Setelah sebelumnya mengancam akan menggelar ujian kenaikan kelas di jalan raya, menyusul dipalangnya kembali gedung sekolah, hari ini akhirnya para siswaSD YPK Onomi Felafauw Sentani melaksanakan ujian di tenda yang dibangun di lingkungan gereja setempat.

“Dari hasil pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, yayasan, dan Dinas Pendidikan, mengambil sikap yang baik sehingga rencana aksi menggelar ujian di depan gereja tidak jadi kami lakukan. Saat ini anak-anak mereka layak sekali melakukam ujian dengan menggunakan tenda,” jelas Aibekop, kepada wartawan di Sentani, Selasa (14/5/2019).

Menurut Aibekop, ini sudah lebih dari cukup karena anak-anak dapat melaksanakan ujian walaupun dibawah tenda namun mereka menggunakan meja dan kursi seperti di dalam ruang kelas.

“Walaupun menggunakan tenda tapi sudah maksimal karena anak-anak bisa duduk di bangku dan menggunakan meja untuk ulangan,” jelasnya.

Agar anak-anaknya kembali beraktivitas di sekolah mereka seperti biasa, pihak yayasan akan memberikan apa yang mereka punya kepada pemilik hak ulayat tanah.

“Intinya dari pihak yayasan akan memberikan apa yang mereka punya dan dari pihak pemerintah juga akan membantu kekurangan dari yang ada nanti supaya anak-anak bisa belajar kembali seperti biasa,” kata Aibekop.

Selama ujian berlangsung, imbuh Aibekop, anak-anak akan tetap berada di tenda di lingkungan  Gereja GKI Onomi Felavauw.

“Selama ujian anak-anak akan tetap berada di tenda dan setelah ujian pun kami akan tetap berada di lingkungan gereja sampai pihak yayasan berbicara dengan pihak pemilik tanah. Kalau sudah diperintahkan untuk kembali ke sekolah, baru kami kembali ke sekolah,” jelas Aibekop.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Herald Berhitu, mengatakan sekolah ini adalah kewenangan penuh yayasan.

“Yang harusnya berperan proaktif di sekolah itu Yayasan Pendidikan Kristen (YPK). Kami juga tidak tahu kalau ini sudah viral di media dan tadi malam sudah kami bicarakan antara Dinas Pendidikan, bupati, dan beberapa guru-guru untuk mencari solusi,” jelasnya.

Herald menambahkan untuk mengamankan anak-anak agar tetap ujian pihaknya akan mengalihkan siswa-siswi di beberapa sekolah terdekat di Kota Sentani.

“Dari pihak guru mengatakan orangtua dan siswa tidak terbiasa masuk siang sehingga membutuhkan proses untuk beradaptasi dengan lingkungan lagi dan mereka mau tetap di sini saja jadi tadi malam kami sepakat pasang tenda yang dipakai untuk saat ujian ini,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)