HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Batan luncurkan aplikasi layanan pengelolaan limbah radioaktif

Batan luncurkan aplikasi layanan pengelolaan limbah radioaktif

Ilustrasi pixabay.com

Aplikasi memungkinan pembayaran layanan secara langsung masuk ke kas negara karena terkoneksi dengan Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Online

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) meluncurkan aplikasi daring terintegrasi eLIRA untuk mendukung pelayor anan pengelolaan limbah radioaktif. Peluncuran aplikasi itu sebagai upaya meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif.

“Dengan sistem ini, terintegrasi dengan Kementerian Keuangan,” kata Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN, Husen Zamroni, Selasa,(18/6/2019).

Berita terkait : Infografis : Kolam limbah Freeport

Investigasi : Limbah Freeport “membunuh” Sungai Ajkwa

Limbah sampah di laut pengaruhi kualitas ikan di Kota Jayapura

Aplikasi memungkinan pembayaran layanan secara langsung masuk ke kas negara karena terkoneksi dengan Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.

Interkoneksi eLIRA dengan SIMPONI dikembangkan karena penggunaan zat radioaktif di seluruh Indonesia terus meningkat sehingga efisiensi dan efektivitas layanan menjadi sangat penting.

Menurut Husen, sebenarnya sejak tahun 2017 layanan administrasi pengelolaan limbah radioaktif di PTLR sudah memanfaatkan sistem informasi online yang diberi nama eLIRA

“Namun sistem ini belum terkoneksi dengan institusi terkait yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Keuangan,” kata Husen menjelaskan.

Baca juga : Limbah kimia cemari warga Cianjur

Awas..! limbah plastik ancam ekosistem ikan samudra

Konsep layanan berabsis online itu bisa diawali bagi pelanggan jasa pengelolaan limbah radioaktif lewat daring menyerahkan dokumen persyaratan untuk melakukan penyerahan limbah radioaktif, penjadwalan, dan mendapatkan kode pembayaran.

Setelah itu pelanggan akan mendapatkan pemberitahuan pembayaran telah lunas jika telah mengunggah bukti bayar dan admin eLIRA telah mengirimkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN).

Husen mengakui tahun ini masih ada kelemahan karena proses administrasi berikutnya tergantung pada kesigapan petugas yang mengirimkan NTPN.

Hal  itu memperpanjang durasi layanan jika admin eLIRA tidak segera tindak lanjut terhadap informasi yang diberikan eLIRA. “Sehingga dapat berakibat terlambatnya pelanggan mendapatkan berita acara penerimaan limbah sebagai syarat penghentian izin pemanfaatan zat radioaktif ke Bepeten,” kata Husen menjelaskan.

Husen memastikan proses pembayaran yang dilakukan pelanggan melalui eLIRA secara otomatis masuk ke kas negara tanpa pelanggan harus masuk ke aplikasi SIMPONI sehingga proses administrasi layanan pengolahan limbah semakin cepat dan transparan.

Husen menjelaskan, sistem informasi yang terkoneksi dengan Kementerian Keuangan ini mulai dikembangkan awal 2019 dan segera disosialisasikan penggunaannya kepada para pelanggan. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)