Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bawa baju berlogo bintang kejora, dua aktivis KNPB ditangkap

Akibat baju berlogo bintang kejora inilah, sejumlah aktivis KNPB Konsulat ditahan di Bitung- Jubi/dok KNPB Konsulat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dua aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ditangkap oleh Kepolisian Polresta Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, karena membawa baju yang bermotif bintang kejora. Kedua aktivis tersebut adalah Yus Iyai Ketua I KNPB Dogiyai dan Siska Auwe Anggota KNPB Konsulat. Mereka ditangkap di Pelabuhan Kota Bitung, ketika hendak pulang menuju Nabire menggunakan kapal laut, Minggu 17 Februari 2019.

“Kami ditangkap dan ditahan hanya karena membawa Pakaian sebanyak 23 pasang dengan tujuh pasang yang ada logo bintang kejora (BK) sebagai identitas kami orang Papua. Namun kami ditahan di pelabuhan dan diperiksa tas kami, setelah diperiksa dalam tas, telah ditemukan tujuh pasang pakaian BK dan dua buku tentang perjuangan Papua Merdeka. Kelakuan seperi ini aparat keliru, karena tidak bisa bedakan bendera dan logo,” kata Yus Iyai kepada Jubi melalui telpon seluler, Selasa (19/02/2019).

Menurut keterangan aparat, Yus Iyai dan Siska Auwe membawa bendera bintang kejora. Padahal yang mereka bawa hanyalah pakaian dengan logo bintang kejora. Kedua aktivis ini diinterogasi dan ditahan satu malam sebelum dipulangkan. Akibatnya kepulangan mereka harus ditunda karena tiket hangus.

“Pakaian itu kami cetak untuk dijual di Papua. Karena kami membutuhkan biaya tambahan untuk kuliah. Kami interogasi dengan Pertanyaan konyol. Kamu OPM? Kamu bawa bendera Papua? Kamu mau merdeka? Kapan mau merdeka?” katanya.

Loading...
;

Salah satu Mahasiswa  Papua dan juga aktivis HAM, Emil E. Wakei menyayangkan tindakan aparat yang terkesan antipati dengan logo bintang kejora. Menurutnya, apa yang dilakukan aparat merupakan bentuk nyata dari pelanggaran Hak Asasi Manusia.

“Kami, mahasiswa  Papua menyayangkan tindakan represifitas anggota brimob yang bertugas dipelabuhan Kota Bitung. Anggota Polisi seharusnya menghormati HAM.  Namun, Polisi menangkap dengan mengedepankan represfitas dan itu melanggar UUD 1945 Pasal 28 Tentang Hak Asasi Manusia,” kata Emil Wakei.

Sementara itu, Eman Ukago yang juga aktivis KNPB Konsulat mengatakan, Kepolisian Indonesia telah melanggar UUD pasal 28 tentang Hak Asasi Manusia. Polisi juga membuat kedua aktivis rugi karena tiket perjalanan mereka menuju Nabire hangus akibat insiden ini.

“Polisi sudah tidak menghormati HAM setiap orang, apa lagi mereka sudah rugi waktu dan tiket kapal mereka terbakar,” kata Ukago.

Sementara itu, Kapolres Bitung, AKBP Stefanus Michael Tamuntuan, menolak memberi keterangan saat dihubungi Jubi melalui telepon selular. Ia meminta jurnalis Jubi untuk mengkonfirmasi secara langsung bukan melalui sambungan telepon.

“Tapi mohon maaf ya, hal-hal seperti ini, konfirmasi langsung oke, tapi via telepon mohon maaf, saya tidak memberikan data dan keterangan,” kata Stefanus.(*)

 

Editor      :  Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top