Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bawaslu gandeng enam kampus awasi pemilu

 

Koalisi kampus, Bawaslu, jurnalis, dan komunitas IKKJ ketika foto bersama usai Ngopi Jahe, Sabtu malam – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura menggandeng enam kampus dengan membentuk posko-posko pemilu untuk memantau pelaksanaan pemilu. Setelah posko-posko dibentuk, kerja sama dilanjutkan melalui sosialisasi, dan seminar.

Sekretaris Koalisi Kampus Bawaslu, Elvira Rumkabu, kepada wartawan di Kota Jayapura, Sabtu (16/2/2019) malam, mengatakan ada sembilan program besar yang akan dilakukan secara bersama, di antaranya, seminar di kampus-kampus. Setelah seminar, dilanjutkan membuat posko untuk menyosialisasikan aturan-aturan tentang pemilu kepada mahasiswa.

Menurut dia, kebanyakan mahasiswa tidak memilih pada pemilu sebelumnya, karena tidak memahami aturan.

“Ada mahasiswa yang memang tidak mau memilih, tapi juga ada yang mau memilih tetapi tidak memahami aturan,” kata Rumkabu.

Loading...
;

Posko kampus memang belum dibentuk, sehingga diharapkan dapat dibentuk Maret mendatang.

Dia melanjutkan, harus ada pengawasan partisipatif dalam pemilihan umum yang melibatkan masyarakat umum secara aktif.

Koalisi enam kampus itu terdiri dari Universitas Cenderawasih (Uncen), Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhamadiyah Jayapura, STAIN Jayapura, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Umel Mandri, dan Sekolah Tinggi Ilmu Politik (STISIPOL) Silas Papare.

Komisioner Bawaslu Kota Jayapura, La Hardin, ketika dikonfirmasi Jubi mengatakan pihaknya menggagas Ngobrol Pemilu untuk Kota Jayapura Hebat (Ngopi Jahe).

Ngopi Jahe sebagai media sosialisasi pemilu dan pengawasan pemilu, untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu, dan mengetahui sejumlah persoalan pemilu dari stakeholder pemilu.

“Ini penting sebagai pemetaan potensi masalah dan upaya meminimalisir persoalan pemilu,” kata La Hardin.

Dia melanjutkan, Ngopi Jahe juga sebagai upaya Bawaslu untuk mendekatkan diri dengan komunitas-komunitas. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Sabtu. Dengan peserta yang berbeda, mulai dari mahasiswa, jurnalis, perempuan, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan penyelenggara pemilu.

“Ngopi Jahe ini hanya satu dari sekian banyak program yang dilakukan Bawaslu bekerja sama dengan koalisi kampus,” katanya.

Pelibatan perguruan tinggi pun, yang kemudian membentuk koalisi kampus, adalah upaya Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi kelompok masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Karena Bawaslu sangat sadar, bahwa kerja pengawasan pemilu tidak mungkin hanya dikerjakan oleh Bawaslu. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat adalah kata kunci untuk keberhasilan pemilu,” ujarnya.

Tak hanya kampus-kampus, kata dia, Bawaslu juga menggandeng komunitas-komunitas lain sebagai mitra, seperti, IKKJ (Info Kejadian Kota Jayapura).

“Ngopi Jahe berikutnya akan mengundang kelompok perempuan.” (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top