Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bekas perkara polisi penembak Merauke diserahkan ke Kejaksaan

Ilustrasi penembakan – tempo.co

Jayapura, Jubi – Penyidik Polres Merauke menyerahkan berkas perkara tahap I (satu) Brigadir Polisi RK kepada Kejaksanaan Negeri Merauke.

Brigpol RK adalah oknum polisi yang menembak Yohanes Octo Moiwend, warga Kampung Wogekel, Distrik Ilyawab, Kabupaten Merauke. Yohanes tewas pada 3 Juni 2019.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Polisi Ahmad Mustofa Kamal kepada Jubi mengatakan, penyerahan berkas tahap satu Brigpol RK diserahkan ke Kejari Merauke, Selasa (25/6/2019).

“Berkas perkaranya sudah tahap satu. Sudah diserahkan ke Kejaksaan,” kata Kombes Pol. A.M. Kamal, Kamis (27/6/2019).

Menurutnya, selain akan disidang lewat peradilan umum, Brigpol RK juga akan disidang etik. Namun Kombes Pol A.M. Kamal belum dapat memastikan kapan sidang etik Brigpol RK dilaksanakan.

Loading...
;

“(Sidang etiknya) segera. Kemungkinan sidang etiknya di Merauke. Kini RK ditahan di Merauke,” ujarnya.

Sementara Wakil Kepala Kepolisian Resor Merauke, Komisaris Polisi Yustinus Saranga Kadang mengatakan, penyerahan berkas perkara Brigpol RK ke Kejaksaan dilakukan setelah penyidik merampungkan pemberkasan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memeriksa berkas perkara RK. Jika dinyatakan lengkap, akan dilanjutkan pada tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

“Pelaku diancam Pasal 351 ayat 3 UU KUHP yakni penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia, dengan ancaman tujuh tahun penjara,” kata Kompol Y.S. Kadang.

Menurutnya, selain terancam tujuh tahun pidana penjara kata Kompol Y.S. Kadang, Brigpol RK juga terancam sanksi etik yakni dipecat dari kesatuan.

Katanya, penyerahan berkas perkara tahap I Brigpol RK ke Kejari Merauke, disaksikan keluarga korban Yohanes Octo Moiwend. Polres Merauke sengaja mengundang keluarga korban karena sejak awal penanganan kasus, Polres setempat menyatakan akan transparan dan profesional dalam menangani perkara itu.

Salah satu keluarga korban, Gerson Gebze meminta agar Brigpol RK diproses hukum sesuai aturan perundang-undangan dan memberi keadilan kepada keluarga korban.

“Kami harap proses hukum transparan dan memberikan keputusan seadil-adilnya,” kata Gerson Gebze.

Brigpol RK menembak Yohanes Octo Moiwend di bagian kepala hingga tewas, hanya karena korban menerikan pelaku dengan kata “woi”.

Kejadian berawal ketika korban yang ketika itu usai mengkonsumsi minuman beralkohol, makan bersama beberapa temannya di salah satu rumah makan di Kampung Wogekel pada 3 Juni 2019 malam.

Sekita pukul 23.15 WP, Brigpol RK yang juga dalam kondisi dipengaruhi Minol berjalan melewati meja tempat korban duduk makan. Korban kemudian meneriaki pelaku dengan kata “woi”.

Brigpol RK yang tidak terima diteriaki, memegang dagu korban, mendorongnya ke luar ruangan dan memukul Yohanes Moiwend.

Korban kemudian lari, namun pelaku mengeluarkan tembak peringatan ke atas.

Mendengar bunyi tembakan, korban berhenti dan pelaku datang langsung menendang korban hingga jatuh ke lumpur. Brigpol RK kemudian menembak Yohanes Moiwend di bagian kepala belakang dekat telinga. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top