Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Belanda siap adili penembak pesawat Malaysia

Bangkai pesawat, pixabay.com

Tim internasional itu dipimpin Belanda dan mendapat tugas mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang dialami pesawat tersebut.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Nieuwegein, Jubi – Para penyelidik internasional pada bersiap proses pemidanaan terhadap para tersangka penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di atas wilayah Ukraina sekitar lima tahun lalu.  Tim internasional itu dipimpin Belanda dan mendapat tugas mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang dialami pesawat tersebut.

Tim juga akan memberi tahu keluarga para korban soal kemajuan proses hukum pada Rabu dan kemudian memberikan pernyataan kepada media.

Baca juga :Pesawat Ethiopian Airlines jatuh

Loading...
;

Aksi mogok hari ke-8, bandara di Fiji batasi pesawat

Pesawat Air Niugini kecelakaan di Federasi Mikronesia

Stasiun penyiaran Belanda RTL dan NOS pada akhir pekan lalu melaporkan bahwa para penyelidik akan mengungkapkan nama-nama tersangka. Sementara itu, laporan kantor berita Interfax Ukraine pada Selasa (18/6/2019) kemarin mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Olena Zerkal dalam suatu wawancara yang menyebutkan para penyelidik akan mengungkapkan empat nama tersangka utama.

Tercatat MH17 ditembak pada 17 Juli 2014 di atas wilayah yang dikuasai oleh para separatis pro-Rusia di Ukraina timur. Pesawat sedang terbang dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur mengangkut 298 orang yang ada di dalam pesawat tewas.

Penyelidikan pesawat naas yang sebagian besar korbannya warga negara Belanda itu dilakukan sebuah tim yang dibentuk pada 2014 oleh Australia, Belgia, Malaysia, Belanda dan Ukraina. Tim itu menemukan bukti pesawat ditembak jatuh menggunakan sebuah peluru kendali Rusia.

Baca juga : Kecelakaan pesawat di Sudan Selatan tewaskan 17 orang

Kecelakaan pesawat picu kebakaran hutan di AS

Konflik keluarga, seorang pilot jatuhkan pesawat di atas rumah

Pemerintah Rusia membantah memberikan dukungan apa pun bagi para pemberontak pro-Rusia, yang melawan pasukan pemerintah Ukraina. Rusia juga membantah terlibat dalam penembakan hingga jatuh MH17.

Tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kejatuhan MH17 itu sebagai “tragedi mengerikan” namun mengatakan bahwa Moskow tak bisa disalahkan meski dengan penjelasan-penjelasan lain soal apa yang terjadi dengan pesawat nahas tersebut.

Sedangkan pemerintah Belanda dan Australia mengatakan bahwa mereka menganggap Rusia harus bertanggung jawab secara hukum. Para penyelidik sebelumnya mengatakan bahwa sistem rudal yang menjatuhkan pesawat itu berasal dari Brigade ke-35 Antipesawat milik Rusia, yang berpusat di kota Rusia barat, Kursk.

Mereka mengatakan langkah selanjutnya mengidentifikasi para pelaku orang per orang serta berupaya menyeret mereka ke meja hijau.

Belanda mengatakan Rusia belum bekerja sama dalam penyelidikan itu dan Moskow kemungkinan tidak akan menyerahkan para tersangka. Pihak berwenang Belanda mengatakan para tersangka kemungkinan akan disidang tanpa kehadiran mereka di pengadilan. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top