HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Belum ada di Indonesia, Papua ajukan bangun Doping Center

Ketua Bidang Kesehatan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua Aloysius Giyai – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Bidang Kesehatan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua Aloysius Giyai mengungkapkan saat ini sedang dibangun gedung Doping Center untuk para atlit yang akan bertanding di PON XX 2020 mendatang.

“Gedungnya sedang dibangun, dan mudah-mudahan Desember tahun ini selesai. Jadi doping center ini juga nanti fungsinya sebagai laboratorium kesehatan daerah yang bertaraf internasional,” kata Giyai menjawab pertanyaan Jubi, Selasa (10/9/2019).

Kata Giyai, saat ini ia sedang menggodok tiga negara yang akan dijadikan tempat untuk uji laboratorium. Tiga negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, dan India.

“Di Indonesia belum ada, jadi kami akan menunggu keputusan dari Menpora dan KONI soal negara mana yang nanti bisa kita kerjasama,” ujarnya.

Loading...
;

Kata Giyai pembangunan gedung ini akan menerapkan standar WADA (World Antidoping Agency) yang tinggi untuk menjamin keabsahan hasil, dan seluruh sampel berupa urine para atlet akan diuji di laboratorium.

Soal berapa banyak atlet yang akan di ambil sampelnya untuk diuji di laboratorium, Giyai mengatakan, pihaknya belum melakukan pendataan.

“Tidak semua atlet, jadi yang akan kami ambil itu adalah atlet yang berprestasi dan juga atlet yang sedang memperbaiki rekor pribadinya pada PON lalu,” katanya.

Saat ini panitia PON sedang melakukan pendampingan terhadap 760 tenaga kesehatan yang nantinya akan ditempatnya di tiga wilayah yang dijadikan klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom sebagai kabupaten penyangga pelaksanaan PON.

“Jadi pembangunan gedung doping center ini sudah masuk pada tahap kedua. Tahap pertama lalu sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar, tahap kedua ini sudah mencapai Rp33 miliar. Nanti pas finishing akan ada penambahan biaya lagi, tetapi menunggu sampai tahap kedua selesai dulu,” katanya.

Terpisah Ketua Umum PB PON Papua Lukas Enembe mengatakan, saat ini ia sedang menggenjot pembangunan gedung Doping Center.

“Kami masih terus berkomunikasi dengan pihak PB PON Pusat dan juga Kemenpora soal laboratorium yang nanti digunakan untuk mengetes urine dari para atlet. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita sudah bisa MoU dengan negara yang nantinya ditunjuk sebagai tempat tes laboratorium sehingga dari sekarang kami bisa mengetahui hal-hal teknis apa yang harus dilakukan,” katanya kepada Jubi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top