Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BEM UNCEN meminta pendaftaran maupun tes CPNS dilakukan secara luring

Foto ilustrasi, aksi unjukrasa memprotes pendaftaran CPNS secara daring atau online – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papu, Fery Boom Kombo meminta pendaftaran maupun tes calon pengawai negeri sipil atau CPNS yang dilakukan secara luring atau offline. Alasannya, banyak daerah di Papua tidak memiliki fasilitas internet yang memadai untuk menjalankan sistem pendaftaran dan tes CPNS dengan sistem daring atau online.

Kombo menyatakan tuntutan agar pendaftaran dan tes CPNS di Papua dilakukan secara luring atau offline itu merupakan aspirasi masyarakat Papua. “Ini merupakan aspirasi dari masyarakat Papua khususnya mereka yang di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet, seperti daerah Lapago, Meepago,” kata Kombo melalui sambungan telepon pada Senin (6/5/2019).

Menurut Kombo, penggunaan sistem daring dalam pendaftaran CPNS dapat mengurangi jumlah orang asli Papua yang mendaftarkan. Fery mengatakan jaringan internet yang belum baik dan merata di Papua justru membuka kemungkinan pendaftaran CPNS di Papua akan terisi oleh orang dari luar Papua.

“Kami mengetahui bahwa pendaftaran dan tes CPNS secara online diterapkan agar negara semakin maju dan bisa bersaing dengan negara lain. Namun, dengan pemberlakuan otonomi khusus dan jaringan internet yang tidak merata di Papua, seharusnya Papua dikecualikan dari pendaftaran dan tes CPNS secara online,” kata Kombo.

Loading...
;

Kombo meminta pemerintah fokus memperbaiki jaringan internet di seluruh Papua, sehingga pendaftaran maupun tes CPNS lima tahun mendatang bisa dilakukan secara daring atau online. “Pemerintah fokus pada pembangunan jaringan internet di seluruh Papua, agar dalam empat atau lima tahun ke depan Papua bisa bersaing dengan pulau lain di Indonesia, sehingga sistem online bisa diterapkan di seluruh wilayah Papua,” katanya.

Baca juga: Ujian CPNS di Papua gunakan sistem offline CAT

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Badan Kepegawaian Negara Papua, Paulus Dwi Laksono, mengumumkan bahwa tes Calon Pegawai Negeri Sipil formasi 2018 untuk Papua dan Papua Barat tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dijalankan secara luring atau offline, sehingga tidak memerlukan jaringan internet. “Jadi bagi pelamar yang berada di wilayah pegunungan atau daerah yang tidak memiliki jaringan internet tak perlu kuatir tak bisa ikut ujian,” kata Paulus di Jayapura, Selasa (30/4/2019).

Sementera terkait keluhan pelamar yang tidak bisa mendaftarkan diri di formasi 2018, jelas ia, itu dikarenakan yang bersangkutan telah melakukan pendaftaran CPNS sebelum dibukanya pendaftaran kementerian, sehingga tidak bisa lagi menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Anggota Komisi I bersama pimpinan DPR Papua Legislator  Papua Yonas Nusy, menyarankan agar proses penerimaan CPNS untuk Provinsi Papua sebaiknya ditunda lagi. Alasan Nusy, penerimaan itu  sejalan dengan keputusan Presiden RI Joko Widodo. Saran tersebut merujuk pada proses perekrutan yang dinilainya tak sejalan dengan keputusan Presiden Joko Widodo.

“Masa seorang Presiden sudah menjanjikan kepada rakyatnya di tanah Papua untuk tidak melakukan penerimaan dengan menggunakan sistem online tetapi dilakukan dengan sistem offline tetapi kenyataannya pelaksanaannya berbeda,” kecamnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top