Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bentrok Kashmir, India dan Pakistan saling menyalahkan

Ilustrasi perang, pixabay.com

 Pemerintah India menyebut penembakan oleh pihak Pakistan di area perbatasan sebelah utara Kashmir, Tangdhar menewaskan dua orang tentara dan seorang warga sipil India.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Srinagar, Jubi – India dan Pakistan saling menyalahkan soal jatuhnya korban tewas dan terluka dari kalangan tentara dan warga sipil kedua belah pihak akibat baku tembak di perbatasan Kashmir pada Sabtu malam, (20/10/2019). Pemerintah India menyebut penembakan oleh pihak Pakistan di area perbatasan sebelah utara Kashmir, Tangdhar menewaskan dua orang tentara dan seorang warga sipil India.

“Prajurit kami membalas dengan kuat sehingga menimbulkan kerusakan berat serta korban jiwa di pihak musuh,” ujar juru bicara pertahanan India, Kolonel Rajesh Kalia.

Baca juga : China nyatakan berperan meredakan ketegangan India – Pakistan

Loading...
;

Konflik India dan Pakistan semakin memanas 

Iran desak India dan Pakistan menahan diri

Ia menyebut telah terjadi sebuah pelanggaran gencatan senjata yang tidak beralasan oleh Pakistan.
Seorang sumber dari tentara India menyebut penembakan itu dilakukan untuk melindungi para pejuang memasuki India karena adanya peningkatan pengecekan di area perbatasan.

“Tentara India mempertahankan hak untuk membalas pada waktu dan tempat yang dipilih jika tentara Pakistan terus melakukan hal itu,” kata sumber tersebut.

Sedangkan juru bicara tentara Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor, menyatakan seorang tentara dan tiga orang sipil tewas usai India melanggar gencatan senjata. Ia mengklaim pelanggaran dengan penyerangan oleh India itu tanpa alasan apapun dan secara sengaja menyasar warga sipil.

Menurut dia, Pakistan telah merespon secara efektif sehingga menewaskan sembilan orang tentara India dan melukai beberapa lainnya serta menghancurkan dua bungker. “Tentara India memang seharusnya mendapatkan balasan yang layak,” kata Asif.

Perdana Menteri Pakistan untuk wilayah Azad Jammu dan Kashmir, Raja Farooq Haider, menyatakan pasukan India di Kashmir telah membabi buta sehingga menyebabkan enam warga sipil tewas dan delapan lainnya terluka.

“Ini adalah kebiadaban. Dunia tidak boleh tinggal diam atas hal ini,” tulis Farooq dalam sebuah cuitan Twitter diakhiri dengan #KashmirNeedsAttention.

Wilayah Kashmir telah menjadi persengketaan India dan Pakistan sejak keduanya merdeka pada tahun 1947, dan mereka telah melakukan dua dari tiga perang yang terjadi di wilayah itu.

Ketegangan antara kedua negara berkobar dan penembakan beberapa kali terjadi di perbatasan sejak 5 Agustus lalu ketika pemerintah India menyiagakan prajurit untuk memadamkan kerusuhan usai India mencabut status otonomi khusus di Kashmir.(*)
Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top