HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Beras ancaman serius bagi kebiasaan Suku Dani

Empat warga Kampung Kimbim di Distrik Assologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sedang memanen ubi – Jubi/Benarnews.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Hadirnya padi ternyata menjadi ancaman serius bagi adat dan kebiasaan masyarakat di Papua, khususnya di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengaku khawatir dengan kebiasaan bercocok tanam ubi jalar yang mulai berkurang oleh petani yang ada di Lembah Baliem sejak hadirnya padi yang menghasilkan beras itu.

“Sejak kehadiran beras ataupun tanaman padi di Wamena, membuat Suku Dani di Lembah Baliem banyak mengonsumsi nasi, sedangkan kebun keladi (talas) dan ubi jalar mereka sebagian dibiarkan begitu saja,” katanya di Kota Jayapura, Papua, Senin (5/8/2019).

Hari yang mengaku baru saja kembali dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya itu mengatakan, kondisi ini sudah pasti akan mengubah cara pola bercocok tanam atau bertani, yang dulunya biasa bertani atau menanam ubi jalar dan keladi, kini mulai beralih ke tanam padi dan makan beras.

Loading...
;

“Hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi dalam budaya memasak dengan cara bakar batu, keladi dan ubi jalar menjadi bahan makanan utama. Beras tidak mungkin diolah dengan cara bakar batu,” katanya.

Apalagi kata dia, ternak babi tidak bisa makan jerami padi, sehingga hal ini sudah pasti akan menjadi persoalan di kemudian hari  jika tidak terjadi perimbangan antara menanam ubi jalar dan keladi dengan padi yang bisa menjadi beras dan dimakan.

“Apakah posisi ternak babi akan tergantikan oleh sapi yang suka jerami? Budaya Baliem harus tetap dipertahankan, walaupun sudah dimulai budi daya padi, tetapi ubi jalar dan keladi tidak boleh dilupakan,” katanya.

Menurut dia, pemandangan tersebut bisa tampak di Kampung Honelama, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada ketinggian 1650 meter di atas permukaan laut terdapat hamparan sawah dengan tanaman padi yang menguning siap panen.

“Tanaman padi di sawah ini dibudidayakan oleh Suku Dani. Sungguh luar biasa, Suku Dani yang sejak prasejarah dikenal sebagai petani tangguh, dengan tanaman utama keladi, pisang, ubi jalar dan buah merah,” katanya.

Tapi kini kata Hari, mereka telah menghasilkan padi. Padi merupakan bahan makanan pokok baru bagi Suku Dani.

“Sebelum mereka mengenal bercocok tanam padi, mereka telah dikenalkan beras, yang didatangkan dari Jayapura, berton-ton menggunakan pesawat kargo. Budi daya tanaman padi ini diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan pihak terkait,” ungkap Hari Suroto. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top