HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Berburu serba lima ribu di Trans Nabire

Pasar kaget di Kilometer 40 Trans Nabire – Jubi/Titus Ruban

Pasar kaget Trans Nabire-Makimi ramai dikunjungi saban akhir pekan. Semua dagangan rata-rata dihargai Rp5.000 untuk seikat besar.

AKHIR pekan menjadi hari keberuntungan bagi Yumida Kogoya. Dagangannya selalu laris manis diborong pembeli. Mereka umumnya para pengunjung lokasi wisata Bihewa atau tempat rekreasi di sekitarnya.

“Hari ini banyak yang berbelanja, tetapi hari lain juga ada yang datang. Tidak hanya warga Distrik Makimi, tetapi juga orang kota (Nabire),” kata Kogoya saat ditemui Jubi, pekan lalu.

Kogoya menggelar dagangan di pinggiran Sungai Musairo. Lokasinya strategis karena berada di Jalan Trans Nabire-Makimi.

Hari libur juga menjadi masa panen bagi Kogoya lantaran jalur jalan di lokasinya berjualan ramai dilewati pengendara motor. Omzet dagangannya pada akhir pekan atau liburan pun melonjak ketimbang hari biasa.

Loading...
;

“Kalau pas ramai, bisa dapat Rp200 ribu (sehari). Kalau sepi, Rp50 ribu (sehari),” ujar Kogoya.

Kogoya hanya salah satu pedagang di pasar kaget di sepanjang Jalan Trans Nabire-Makimi Kilometer 40. Banyak pedagang lain juga mengadu peruntungan, dengan mendirikan pondok seadanya sebagai tempat berjualan di lokasi serupa. Mereka menjajakan hasil kebun berupa cabai, pisang, keladi, ubi jalar, dan aneka sayur serta buah-buahan lain.

Dagangan Mama-Mama Papua tersebut diburu pembeli lantaran jauh lebih murah dan lebih banyak daripada di Kota Nabire. Seikat kangkung yang mereka jual, misalnya hampir setara banyaknya dengan tiga ikat kangkung yang biasa dijual di tempat lain. Pembeli bisa mendapatkannya dengan harga yang sama dengan di Kota Nabire.

“Harga kangkungnya sama (dengan di Kota Nabire), Rp5.000 seikat, tetapi ikatannya lebih besar. Jadi harga sama, tetapi lebih banyak,” kata Kogoya.

Semua dagangan di pasar kaget ini rata-rata dibanderol Rp5.000 untuk seikat besar. Kecuali, pisang yang dijual Rp30 ribu setandan.

Yakob menjadi salah satu pelanggan setia pasar kaget di kilometer 40 Trans Nabire-Makimi. Dia selalu menyempatkan diri untuk menyinggahi pasar setiap melintasi jalan tersebut. Sayur yang masih segar dan berharga murah membuatnya terpikat untuk membeli.

“Sayurnya segar-segar dan ikatannya besar. Banyaknya bisa tiga kali lipat jika dibandingkan dengan yang di kota,” kata Yakob. (*)

Editor: Aries Munandar

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top