Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bersama ORI Papua Barat, honorer akan laporkan kasus CPNS 2019 ke Polisi

Aksi protes honorer kementerian di Papua Barat di hari pertama ujian karena tidak diakomodir sebagai peserta ujian CAT dalam seleksi CPNS formasi khusus. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Berbagai dugaan kecurangan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Papua Barat mulai muncul ke permukaan. Semua berawal dari tak diakomodirnya honorer Balai Jalan dan Jembatan Kementrian PUPR Wilayah Papua Barat ke dalam 771 kuota, yang akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) sebagai salah satu tahapan seleksi CPNS formasi khusus provinsi Papua Barat.

Para pelamar menduga, kuota CPNS Papua Barat sudah disabotase oleh peserta “siluman”. Dugaan ini diungkapkan Oktovianus Karet yang merupakan koorinator tim yang akan melaporkan berbagai dugaan kecurangan ini kepada Badan Kepegawaian Nasional dan Polda Papua Barat. Ia menduga ada sejumlah pungutan liar yang dilakukan pada peserta.

“Kami akan kawal data kami sampai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta bersama dengan Ombudsman. Supaya nama dan data yang tidak jelas dalam ujian CAT formasi khusus di Papua Barat ini bisa dipangkas sesuai janji yang disampaikan oleh perwakilan BKN kepada kami,” ujar Oktovianus.

Oktovianus menjelaskan, khusus pada laporan pungli, ada dua oknum yang bertanggung jawab dalam bukti-bukti pungutan yang akan dilapor ke Polda Papua Barat. Mereka adalah ketua dan bendahara honorer daerah Papua Barat.

Loading...
;

“Bukti kami ada, satu orang honorer dipungut biaya Rp250 ribu. Pungutan kala itu Bulan Oktober 2012 disebut sebagai sumbangan tim honorer per orang dalam SKPD sebesar Rp250.000 untuk membiayai pembentukan Raperdasus dan Perdasus,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Oktovianus Kareth juga mengungkap sejumlah dugaan pemalsuan dokumen seperti merubah tahun lahir pada pada akta kelahiran, KTP dan surat-surat penting lainnnya oleh oknum-oknum yang curang dalam mengikuti ujian CAT seleksi CPNS formasi khusus di Papua Barat.

Sebelumnya, terkait dugaan adanya peserta  ‘siluman’  dalam ujian CAT seleksi CPNS formasi khusus di Papua Barat, Asisten Pratama Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Papua Barat, Yunus Kaipman mendesak BKD Papua Barat bersama ketua tim honorer daerah Papua Barat segera mengklarifikasi isu ini kepada publik.

“Pembuktian nama honorer ‘siluman’ dapat dilakukan dengan melihat absensi selama bekerja, kemudian dibuktikan dengan pembayaran SP2D gaji serta keterangan saksi -saksi tempat nama honorer yang diduga siluman bekerja,” ujar Kaipman.

Kaipman mengakui jika saat ini Ombdusman Republik Indonesia (ORI) perwakilan Papua Barat sedang melakukan pemeriksaan terhadap laporan disertai data yang diterima.

“Jika ada temuan administrasi, maka Ombudsman akan segera membuat laporan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) untuk ditindaklanjuti,” tuturnya. (*)

Editor      : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top