Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bersekolah di Rusia, anak Papua diharapkan menjadi duta untuk rakyat Rusia

Ketua Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua, Edison Tanati. – Jubi/Benny Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Panitia Khusus Afirmasi Majelis Rakyat Papua atau MRP mengapresiasi langkah Gubernur Papua Lukas Enembe membuka program beasiswa bagi para calon siswa/mahasiswa Papua untuk bersekolah di Rusia. Program beasiswa bersekolah di Rusia itu merupakan kerjasama Pemerintah Provinsi Papua dengan pemerintah Rusia.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Panitia Khusus Afirmasi MRP, Edison Tanati di Jayapura, Papua, Selasa (8/10/2019). Tanati berharap 25 calon siswa/mahasiswa Papua yang akan bersekolah di Rusia akan menjadi duta Papua untuk rakyat dan pemerintah Rusia.

Mewakili MRP, Tanati telah mendampingi Gubernur Papua Lukas Enembe melepas keberangkatan 25 anak Papua yang akan bersekolah di Rusia. “Saya mewakili MRP mendampingi gubernur melepas 25 anak [Papua] ke Rusia. Mereka ini menerima beasiswa [senilai] 10 ribu dollar per tahun,” kata Tanati di Jayapura, Selasa.

Tanati menyebut, 25 anak Papua itu akan menjadi orang Papua pertama yang bersekolah di Rusia. Ia berharap 25 anak Papua itu akan bisa menjadi duta Papua bagi rakyat dan pemerintah Rusia. “Kalian menjadi surat kiriman dari Papua untuk rakyat Rusia. Kalian [harus] menjadi duta yang baik untuk kami. Kalian yang [akan] menceritakan Papua itu seperti apa,” ungkapnya.

Loading...
;

Kata dia, kesan yang baik dari kelompok pertama itu akan menentukan kelanjutan kerjasama Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Rusia itu. “Ke depan, apakah kita bisa dapat beasiswa lebih atau tidak, tergantung duta-duta ini,” ungkapnya.

Sebagai duta rakyat Papua, para mahasiwa harus menunjukkan perilaku moral yang baik, sekaligus juga kemampuan akademik yang cemerlang. “Penerima beasiswa Otonomi Khusus harus bebas narkoba dan minuman beralkohol. Ke depan, Syarat penerima beasiswa harus bebas narkoba dan alkohol sehingga jelas orientasi hidupnya,” ungkap Tanati.

Engelbert Surabut, Sekretaris Dewan Adat Lapago mewakili para orangtua sangat berharap para penerima beasiswa bersekolah ke Rusia itu akan mengikuti pendidikan dengan serius, demi pembangunan Papua yang lebih baik. “Papua terus dikuasai karena kekurangan sumber daya manusia. Oleh karena itu, [mereka] yang pergi kuliah harus memenuhi kebutuhan [sumber daya manusia Papua di masa mendatang],” kata Surabut saat dihubungi pada Rabu (9/10/2019).

Surabut menyatakan di Papua masih terdapat banyak kekosongan sumber daya manusia dari kalangan orang asli Papua, sehingga potensi sumber daya alam belum membangun kekuatan ekonomi dan budaya orang asli Papua. “Papua ini kaya akan alam dan budaya. Kita butuh orang yang mengubah ini menjadi pengetahuan yang bisa menghidupi,” ungkap Surabut. (*)

 

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top