Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bertemu Presiden, benarkah Gubernur Lukas Enembe hanya membahas PON?

Gubernur Papua, Lukas Enembe menjawab pertanyaan para wartawan usai menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). – Jubi/Yuliana Lantipo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Itu merupakan pertemuan pertama Jokowi dan Enembe pasca insiden persekusi dan rasisme aparat keamanan dan organisasi kemasyarakatan terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu.

Banyak pihak meyakini, Enembe dan Jokowi membahas insiden persekusi dan rasisme di Surabaya. Kalaulah tidak membahas persekusi dan rasisme di Surabaya itu, pastilah Enembe dan Jokowi membahas situasi politik Papua yang memanas gara-gara insiden di Surabaya. Apalagi dalam pertemuan tertutup itu Enembe disertai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Papua Hery Dosinaen, dan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Papua di Jakarta Alexander Kapisa.

Pertemuan tertutup itu berlangsung sekitar satu jam. Seusai pertemuan, jurnalis Jubi yang berada di Istana Negara melihat sejumlah menteri keluar dari ruang pertemuan, termasuk Menteri Koordinator Hukum dan Hak Asasi Manusia, Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Kehadiran Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan membuat para wartawan mengira Enembe dan Jokowi membahas persoalan politik terkini Papua. Para wartawan mengerumuni Enembe, bertanya bagaimana Enembe dan Jokowi membahas situasi politik Papua yang tengah dilanda gelombang unjukrasa yang terus terjadi di berbagai kota.

Loading...
;

Akan tetapi, Enembe justru menyebut pertemuannya dengan Jokowi tidak membahas masalah politik Papua. Menurut Enembe, pertemuannya dengan Jokowi  itu hanya membahas persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020. “Kami membahas yang terkait PON saja,” ujar Enembe diplomatis.

Ketika para wartawan mengejar Enembe dengan pertanyaan apakah Jokowi sudah membahas rencana pertemuannya dengan para tokoh Papua untuk membicarakan situasi politik Papua, Enembe tetap menghindar. “Kita tunggu saja undangan dari Presiden. [Tadi, hal itu] belum [dibahas]. Kami hanya bahas PON saja. PON ini olahraga untuk mempersatukan anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. Jadi, kami bahas PON saja,” ujar Enembe.

Ketika ditanya soal unjukrasa puluhan ribu warga Papua di Kabupaten Jayawijaya, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai, Enembe sama sekali tak menyebut lagi isi pertemuannya dengan Jokowi. Ia memilih menjawab dengan diplomatis, bahwa unjukrasa puluhan ribu warga Papua itu merupakan aspirasi warga dan masyarakat di Papua.

“Kemarin itu yang berunjukrasa di Jayapura [pada 19 Agustus 2019] itu mahasiswa. Ini sekarang aksi spontan warga dan masyarakat atas kejadian yang kemarin. Mungkin mereka baru mengetahui [peristiwa persekusi dan rasisme terhadap para mahasiswa di Surabaya]. Yang penting, aman bagi Papua, tidak menimbulkan anarkisme, membakar gedung. Silahkan. menyampaikan aspirasi, tapi jangan anarkis,” kata Enembe.

Ketika ditanya mengapa semakin banyaknya aspirasi Hak Penentuan Nasib Sendiri melalui referendum bagi rakyat Papua, Enembe menjawab hal itu merupakan aspirasi rakyat. “Itu aspirasi rakyat kan. Nanti akan pertemuan dengan Presiden. Kapan [pertemuan itu akan digelar, kami] belum tahu. Kalau masalah ini, ada Provinsi Papua Barat juga, jadi pembahasan seperti itu harus melibatkan Papua Barat. Nanti [harus] ada MRP, DPRP, jadi kami belum bisa bicara itu,” kata Enembe.

Enembe dengan tegas menuntut Negara bertanggungjawab terhadap persekusi dan rasisme terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya. “Negara harus bertanggungjawab terhadap kejadian di Surabaya. Harus ada penegakan hukum yang jelas terhadap mereka,” kata Enembe.

Meski Enembe terus membantah pertemuannya dengan Jokowi membahas isu politik di Papua, Enembe kelepasan bicara bahwa ia sempat membahas kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika menutupan sambungan internet di Papua. “Sudah, tadi sudah bicara, tapi ya, itu masalah keamanan,” kata Enembe kepada para wartawan  di Istana Negara, sambil beranjak pergi.

Lhoo…, kalau soal blokir internet di Papua dibahas, benarkah isu politik Papua lainnya tidak dibahas dalam pertemuan Enembe dan Jokowi pada Senin itu? (*)

Jurnalis Jubi Victor Mambor turut berkontribusi dalam pemberitaan ini.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top