Biaya pembongkaran kios menjadi los pakaian bekas ditanggung pedagang

Biaya pembongkaran kios menjadi los pakaian bekas ditanggung pedagang

Deretan kios Pasar Hamadi yang tidak digunakan untuk berjualan – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Biaya pembongkaran sejumlah 29 kios di lantai dua Pasar Hamadi yang akan diubah menjadi los untuk para penjual pakaian bekas (cakar bongkar) akan ditanggung para pedagang. Akan tetapi, penataan pasca pembongkaran harus mengikuti arahan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Jayapura, Robert LN Awi di Jayapura, Jumat (12/4/2019). Menurutnya, beban biaya pembongkaran 29 kios itu telah disanggupi pedagang.

“(Sebelumnya) kami melakukan pertemuan (dengan para pedagang pakaian bekas di Pasar Hamadi), dan (para pedagang) setuju menanggung biaya pembongkaran 29 kios menjadi los. Pekan depan, akan ada pertemuan dengan para pedagang baju bekas lagi, agar pembongkaran kios dapat segera dilakukan,” kata Awi.

Awi menyatakan Disperindagkop dan UKM sedang menghitung rancangan anggaran biaya pembongkaran 29 kios itu, agar biaya itu dapat ditanggung secara merata oleh para pedagang pakaian bekas di Pasar Hamadi. “(Biaya pembongkaran kios akan) dibagi adil kepada pedagang, sehingga setiap pedagang berkontribusi. Pasca pembongkaran, satu luasan kios bisa ditempati dua pedagang,” jelas Awi.

“Rencananya yang mau ditempatkan pedagang pakaian di los ini ada 68 pedagang. Saya sudah minta kepala pasar untuk memverifikasi kartu keluarga masing-masing pedagang. Kami berharap satu orang dapat satu tempat saja tidak boleh lebih,” tutur Awi.

Salah satu pedagang pakaian bekas di Pasar Hamadi, Wa Yape mengaku setuju kalau anggaran rehabilitasi ditanggung bersama sehingga tidak memberatkan pedagang. “Anggaran harus sama rata sehingga masing-masing merasa bertanggung jawab atas rehabilitas kios untuk dijadikan los pakaian bekas,” kata Wa Yape.

Wa Yape berharap pembongkaran kios dapat dilakukan secepatnya, mengingat pasca Hari Raya Idul Fitri semua pedagang pakaian bekas sudah dilarang berjualan di lantai satu Pasar Hamadi. Itulah mengapa para pedagang pakaian bekas bersepakat untuk menanggung biaya pembongkaran 29 kios tak terpakai di lantai dua Pasar Hamadi, untuk diubah menjadi los tempat mereka berjualan pakaian bekas.

“Kesepakatan untung menanggung biaya pembongkaran kios harus diterima oleh pedagang, dan sudah sama-sama disetujui agar semua tetap bisa berjualan di Pasar Hamadi. Lagipula los pakaian bekas yang nantinya di lantai dua menjadi milik sendiri, sehingga kami hanya tinggal membayar retribusi harian saja,” ujar Wa Yape. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)