Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bila tetap dibangun di Doyo, Cabor Hoki ancam mundur dari PON

Aksi demo menuntut pembangunan venue hoki harus dipindahkan ke Biak Numfor – Jubi/FHI Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Ratusan atlet, pelatih, pengurus dan masyarakat di kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (5/3/2019) melakukan aksi demonstrasi menuntut pembangunan venue hoki dan asrama atlet PON XX/2020, dibangun di daerah mereka.

Aksi ini sebagai wujud keprihatinan pedemo, akibat olahraga yang sudah mendarah daging dengan masyarakat di pulau karang panas itu, sarana dan prasarananya harus dibangun di Doyo, Kabupaten Jayapura.

Rasa gundah ini mendorong forum masyarakat peduli olah raga kabupaten Biak Numfor dikoordinir Yotam Wakum sekaligus ketua bidang pembinaan prestasi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Papua menyampaikan aspirasi mereka ke DPRD Biak Numfor di jalan raya Ridge.

Kepada reporter Jubi, Yotam Wakum menyampaikan, tujuh poin aspirasi yang diserahkan kepada DPRD Biak Numfor dalam demo damai tersebut.

Loading...
;

Aksi ini diikuti para atlet, orang tua, cabang olahraga lain bersama atlet hockey berjalan dari lapangan Cenderawasih menuju kantor DPRD Biak Numfor dan diterima Wakil Ketua I, Godlief Kawer sekitar pukul 12.00 WP.

“Kami orasi sekitar 40 menit di halaman kantor DPRD Biak Numfor dan menyerahkan aspirasi kami,” katanya.

Dalam orasi tersebut, tujuh tuntutan disampaikan. Pertama, forum masyarakat peduli olahraga kabupaten Biak Numfor memohon kepada Menko PMK, Ibu Puan Maharani, agar mengembalikan pembangunan venue  PON XX untuk cabang olahraga hoki dari kabupaten Jayapura ke kabupaten Biak Numfor.

Kedua, pedemo memohon kepada Presiden RI Joko Widodo untuk membangun venue hoki indoor dan outdoor PON XX di kabupaten Biak Numfor. Kemudian, tuntutan ketiga disampaikan bahwa forum masyarakat olahr aga kabupaten Biak Numfor siap mensukseskan PON XX di kabupaten Biak Numfor provinsi Papua.

Keempat, mereka mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo sudah terbukti kerja nyata, lebih hebat lagi kalau pembangunan venue hoki dan asrama atlet PON dibangun di kabupaten Biak Numfor.

Kelima, forum masyarakat olah raga kabupaten Biak Numfor memohon kepada gubernur Papua bapak Lukas Enembe meninjau dan menindak tegas aparatur SKPD provinsi Papua yang terindikasi dengan sengaja menghilangkan dokumen 9 hektar tanah kabupaten Biak Numfor ke Kementerian PUPR di Jakarta.

Keenam, forum masyarakat peduli olah raga kabupaten Biak Numfor memohon kepada DPRD kabupaten Biak Numfor, DPR Papua dan MRP provinsi Papua untuk mendesak gubernur Papua, agar membangun venue hoki dan asrama atlet di kabupaten Biak Numfor.

Dan terakhir, pengurus provinsi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Papua siap mensukseskan Pilpres, Pileg, 17 April 2019 dan PON XX Oktobet 2020 di kabupaten Biak Numfor.

Sementara, Ketua FHI Papua, Yan Dantje Kbarek saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Papua, di Jayapura, 1-2 Maret menyatakan, ada penyimpangan atau penghilangan dokumen tentang lampiran sembilan hektar tanah milik pemda Biak Numfor di Kementerian PUPR, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kantor Sekretariat Presiden (KSP).

“Kenapa saya urus tanah kok sampai ke kantor Presiden. Karena surat untuk Presiden harus melalui kantor Kepresidenan. Saya sendiri yang menandatangani,” tegasnya.

Dantje Kbarek mengatakan, ini bukanlah masalah KONI, tetapi pemerintah provinsi Papua. Kemungkinan besar menurutnya, terdapat indikasi ada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan pemerintah Papua yang sengaja menghilangkan, agar venue hoki tetap dibangun di Jayapura.

“Andaikan saya berandai-andai. Kalau saya bilang, Pak Gubernur, KONI pindahkan venue dayung ke Biak Numfor, kami juga punya teluk Urfu. Kira-kira masyarakat Sentani bilang apa kepada saya,” katanya.

“Saya menyampaikan hari ini, atas nama masyarakat Biak Numfor yang sedih, prihatin. Maka pertanggungjawaban moral saya adalah tiga bulan ke depan, kalau sampai tetap venue hoki dibangun di Jayapura. Saya cabor pertama yang mengundurkan diri, sebagai wujud tanggung jawab saya kepada masyarakat kabupaten Biak Numfor,” sambungnya.

Mantan atlet Papua, Ferdinand Fairyo menambahkan, venue hoki PON sudah sepantasnya dibangun di Biak Numfor.

“Bukan karena saya orang Biak. Saya orang Jayapura, lahir dan besar di sini. Tapi bicara cabang olahraga hoki itu sangat identik dengan Biak,” kata Nando sapaan karibnya.

Mantan pelatih Persipura junior itu mengenang  saat PON XIII tahun 1993 di Jakarta, selain sepak bola meraih medali emas. Hoki turut menorehkan prestasi ganda mengawinkan medali emas.

“Sejarah mencatat PON XIII di Jakarta, hoki sukses kawinkan medali emas buat kontingen Irian Jaya. Maka sepantasnya venue hoki harus dibangun di Biak,” ujarnya. (*)

 

Editor       : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top