HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bilal ingin tanding ulang lawan Geisler Ap

Geisler Ap (kiri) dan Muhammad Bilal (kanan) – Jubi/Istimewa.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Geisler Ap berhasil mempertahankan sabuk juara kelas ringan super Internasional World Boxing Council (WBC) Asia Pasifik 63 kg kendati hanya Technical Draw melawan Muhammad Bilal setelah laga dihentikan di ronde lima.

Atas pertarungan yang tuntas dengan technical draw tersebut  sang lawan tandingnya asal Pakistan tersebut mengaku tidak puas.

Pertarungan antara Geisler Ap dan Muhammad Bilal harus dihentikan pada ronde kelima. Sebabnya, petinju asal Papua tersebut mengalami luka sobek yang cukup dalam dipelipis mata kiri. Luka tersebut membuat darah terus mengucur dengan deras.

Wasit yang melihat luka itu, lantas menghentikan pertandingan agar dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, tim medis merekomendasikan agar pertandingan yang dihelat di Gedung Olahraga (GOR) Waringin, Kotaraja, Papua, Sabtu (20/7/2019) malam dihentikan.

Loading...
;

Terkait cedera yang dia alami, Geisler Ap memang mengakui luka di wajahnya itu mempengaruhi pandangannya.

“Pandangan saya sudah tidak seratus persen lagi. Dan pertandingan dihentikan,” katanya menjawab pertanyaan Jubi usai pertandingan.

Meski hasil imbang, dia berhasil mempertahankan sabuk juara dunia.

“Saya bersyukur dengan hasil ini, namun kalau Tuhan berkehendak lagi, saya akan bertanding ulang untuk memperebutkan gelar tersebut. Dalam pertandingan tersebut, saya ingin memberikan yang terbaik, bukan dengan hasil seperti malam ini. Tapi masih ada kesempatan di lain waktu,” ujarnya.

Lawan tandingnya, Muhammad Bilal usai laga kepada wartawan mengaku dirinya tidak puas dengan hasil dan keputusan dewan juri, dan dirinya berharap ada tanding ulang dengan Geisler Ap.

“Saya ingin tanding ulang dimanapun saya siap. Kalau ke sini lagi, saya siap, kalau mau di Pakistan saya lebih siap lagi. Saya sama sekali tidak puas dengan hasil ini. Pertandingan ini dari yang saya lihat saya sudah menang,” ungkap Bilal dalam bahasa Pakistan yang diterjemahkan pelatihnya dengan bahasa Inggris.

Sekjen Komisi Tinju Profesional Indonesia, Adrian Ingratubun pun memberikan saran kepada Geisler Ap untuk memberikan kesempatan kepada promotor mengurus segala sesuatu terkait dengan laga yang akan dilakukan oleh petinju asal Papua itu. Hingga saat ini, Geisler Ap tidak memiliki promotor, ini yang menurutnya sangat susah apabila petinju profesional tak miliki seorang promotor.

“Dari segi stamina, dari pertandingan tadi malam Geisler terlihat lelah. Lelah karena tenaganya terkuras habis. Saya tidak tau, apakah lelah ini akibat dari proses penggalangan dana yang dilakukan sendiri oleh Geisler atau apa saya kurang tau. Tetapi, kalau seorang petinju profesional harus miliki promotor. Biarkan promotor yang mencari dana dan segala sesuatu untuk kebutuhan laga. Yang penting fokus latihan dan latihan. Ini yang tidak dilakukan Geisler,” katanya menjawab pertanyaan Jubi.

Menurut Adrian, Geisler juga tidak memiliki arena latihan yang memadai, ini yang mengakibatkan banyak hal yang kurang dari Geisler. Berbeda dengan lawannya, dia tergabung dengan sasana yang yang cukup memadai di negaranya.

“Bilal sebelum ke Indonesia, sudah memiliki jadwal latihan rutin, menjaga stamina dan bobot badan sesuai dengan berat yang akan dipertandingkan. Dia tidak memikirkan perjalanan nanti dibiayai oleh siapa, dia sudah serahkan sepenuhnya kepada manajernya. Ini yang menjadi keunggulan dari Bilal, sehingga Bilal cukup tenang dalam bertanding, staminanya juga diatur dari setiap ronde,” ujarnya.

Adrian berharap, apabila ada tanding ulang lagi untuk memperebutkan gelar yang sama, Geisler Ap harus membuka diri kepada promotor.

“Setiap warga negara mempunyai hak untuk menjadi promotor. Tinggal promotor itu melihat, apakah ada potensi menjadi juara tidak petinju yang akan dipromotorkan. Ini semua ada timbal baliknya. Jadi saya berharap, Geisler harus tekun berlatih, dan serahkan sepenuhnya kepada manajernya untuk mengurus segala sesuatu termasuk menjadi promotor untuk dirinya. Jangan lagi dia yang bekerja,” katanya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)