HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bintuni dan Wondama rawan bencana, ini catatan SAR Manokwari

Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Manokwari, Jubi – Kepala kantor SAR Manokwari, George M.Randang mengatakan wilayah perairan kabupaten Teluk Bintuni dan daratan Kabupaten Teluk Wondama adalah dua wilayah rawan bencana dan kecelakaan terbesar di Papua Barat.

Menurutnya, angka kecelakaan laut paling tinggi ada di perairan Teluk Bintuni, kendati kondisi sungai terlihat tenang, namun tidak sedikit memakan korban jiwa.

“Data kami, tahun 2018 paling tinggi kecelakaan laut yang berujung hilangnya nyawa manusia terjadi di perairan Teluk Bintuni, rata-rata para korban adalah nelayan. Terakhir, satu anggota Polri di Polres Bintuni juga meninggal dunia setelah kecelakaan perahu di perairan tersebut,” ujarnya kepada Jubi, Kamis (28/2/2019).

Untuk meningkatkan pengawasan dan peringatan dini kepada masyarakat di Bintuni, kantor SAR Manokwari akan lebih memaksimalkan peran relawan SAR di Bintuni melalui Pos SAR di daerah tersebut. Caranya yakni memberikan edukasi kepada semua elemen termasuk siswa di sekolah melalui program pencegahan SAR.

Loading...
;

“Di Bintuni ada enam petugas SAR, mereka akan kami maksimalkan lagi sehingga dari mereka akan banyak relawan dari berbagai instansi maupun warga sipil untuk lebih siap jika di lingkungan masing-masing ada kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.

Selain itu kata George, Kabupaten Teluk Wondama juga termasuk daerah rawan bencana banjir dan menjadi perhatian khusus kantor SAR Manokwari melalui pos siaga SAR, yang selalu aktif bersama pemerintah dan instansi lain dalam menyikapi kondisi alam di wilayah tersebut.

“Wondama salah satu wilayah rawan bencana banjir. Di sana kami siagakan enam personel di pos Siaga Wasior. Mereka intens kerjasama dengan Pemda melalui BPBD setempat dan instansi lain dalam upaya pencegahan maupun tindakan lapangan jika situasi darurat,” tutur George.

Di tempat terpisah, Derek Ampnir Kepala BPBD Papua Barat mengatakan, Kabupaten Teluk Wondama berada di urutan pertama daerah rawan banjir dan longsor di Papua Barat, disusul Manokwari dan Pegaf (Pegunungan Arfak).

Dia pun menyarankan agar perencanaan tata ruang wilayah Kabupaten Teluk Wondama perlu direvisi dengan perencanaan berbasis pengurangan risiko bencana (PRB) sehingga bisa mengantisipasi ancaman bencana di daerah itu.

Untuk langkah ini, Ampnir mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Teluk Wondama sejak Oktober 2018 lalu, hanya menunggu keputusan dan respons kepala daerahnya.

“Jika sudah berulang kali terancam banjir, sepatutnya jangan dibiarkan. Revisi tata ruang harus segera dilakukan oleh Pemda setempat. Topografi Wondama dikelilingi sungai yang aliran airnya dari gunung. Jika intensitas hujan tinggi maka volume air naik dan meluap ke daerah lebih rendah,” ujarnya. (*)

Editor       : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top