Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Biro Politik ULMWP: Boikot damai Pemilihan Umum Indonesia

Bazoka Logo saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Biro Politik United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP mengumumkan sikap politiknya terhadap pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum 2019 pada 17 April mendatang. ULMWP menyatakan rakyat Papua tidak punya ikatan politik yang sah dengan Republik Indonesia, dan ULMWP menyerukan rakyat Papua memboikot secar damai Pemilihan Umum 2019.

Kepala Biro Politik ULMWP Bazoka Logo menyatakan pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 di Papua merupakan bentuk pemaksaan berlakunya sistem politik Indonesia di Papua. “Orang Papua tidak punya hubungan politik yang ketat dengan Indonesia,” ungkap Bazoka Logo kepada jurnalis Jubi di Kota Jayapura, Papua, Rabu (3/4/2019).

Logo menyatakan selama ini Republik Indonesia hanya membuat klaim bahwa Papua merupakan bagian dari wilayah Indonesia. Klaim itu didasarkan kepada hasil Penentuan Pendapat Rakyat atau Pepera 1969 yang bermasalah, karena berlangsung secara tidak demokratis dan tidak adil.

“(Kala itu), satu orang mewakili sekitar seribu orang, hanya 1.025 orang Papua yang memberikan suaranya dalam Penentuan Pendapat Rakyat, dianggap mewakili 800 ribu lebih orang asli Papua pada waktu itu. Lalu, Indonesia mengatakan rakyat Papua telah memilih (bergabung dengan) Indonesia, itu penipuan,”ungkapnya.

Loading...
;

Logo menyatakan Indonesia terus memaksa penerapan sistem pemerintahan dan sistem politik Indonesia di Papua, dengan segala macam janji jabatan dan uang kepada rakyat Papua. Sayangnya, demikian menurut Logo, sebagian rakyat Papua larut dalam penerapan sistem yang dipaksakan itu.

Ia menyatakan dunia telah semakin terbuka, dan semakin banyak orang Papua memahami hukum dan sejarah Penentuan Pendapat Rakyat 1969. Menurut Logo, orang Papua mesti sadar, dan menolak untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nanti, dan secara tegas menyatakan memboikot secara damai Pemilihan Umum 2019.

“Biarkan Indonesia melalukan penipuan terhadap dirinya sendiri. Biarkan Indonesia terus mengklaim diri sendiri,” ujar Logo.

Logo menyatakan, selama menjadi bagian dari Indonesia orang asli Papua terus mengalami kekerasan, penangkapan, penahanan di luar hukum, dan pembunuhan. “Pemusnahan itu nyata untuk kita. Apakah itu yang harus kita banggakan?” Logo mempertanyakan.

Sebelumnya, pada akhir Maret lalu, Ketua ULMWP Benny Wenda menyerukan orang asli Papua untuk memboikot Pemilihan Umum 2019 di Papua. Wenda menyerukan boikot Pemilihan Umum 2019 itu dilakukan secara damai.

“Pemilihan ini tidak untuk rakyat Papua. Saya menyeruhkan kepada semua rakyat saya, antara yang kaya dan miskin, sipil dan militer, pengaguran dan para pekerja, dari kampung atau kota melakukan boikot damai Pemilihan Umum Indonesia pada 17 April nanti,”ujar Wenda sebagaimana dikutip dari radio New Zealand 28 Maret 2019 lalu.

Wenda menyatakan dirinya sangat menghargai hak Indonesia menyelengarakan Pemilihan Umum di wilayah Indonesia. Akan tetapi, Wenda sangat menentang pemilihan umum digelar di Papua yang selama ini diperlakukan seperti kolonial, dengan angkatan bersenjata yang terus melakukan pembunuhan, penyiksaan dan diskriminasi terhadap orang asli Papua. Wenda malah mengajak rakyat Papua mempersiapkan diri untuk menentukan nasib sendiri.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top