Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BMA Suku Wate dan Yerisiam tolak rencana demo di Nabire

Sekretaris Umum suku Besar Wate, Otis Monei (kanan) dan Juru biara Suku Besar Yerisia Gua, Gunawan Inggeruhi (kiri) –Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Badan Musyawarah Adat (BMA) suku besar wate dan suku besar yerisiam gua menolak tegas dan menyatakan tidak ada demo di Nabire. Pernyataan ini berkaitan dengan adanya isu yang beredar beberapa waktu belakangan bahwa akan ada rencana  demo besar – besaran di wilayah itu pada Kamis, 17 Oktober mendatang .

Bagi BMA, pihaknya hanya ingin tanah di Nabire yang diberikan Tuhan tetap aman. Untuk itu bagi siapa saja yang datang dan hidup bersama di Nabire tidak dibolehkan melakukan hal – hal yang
menjurus pada tindakan kekacauan dan merusak kabupaten ini.

Sekretaris Suku Wate, Otis Monei menegaskan bahwa Suku wate dan Yerisiam mewakili beberapa suku di pesisir Nabire dengan tegas menolak rencana aksi tersebut. sebagai pemilik hak ulayat di Kabupaten Nabire, pihaknya tidak ingin wilayah ini hancur seperti beberapa wilayah di Papua yang
mengalami kerusuhan akibat demo masa.

“Kami sebagai pemilik hal ulayat di sini tidak ingin demo sebab ujung – ujungnya akan ada kerusuhan. Kita lihat contoh ada beberapa daerah seperti Jayapura, Wamena, Manokwari, Sorong dan Fak – fak hancur karena demo,” tegasnya didampingi juru bicara yerisiam gua di Nabire.
Selasa (15/10/2019).

Loading...
;

Jika ada orang luar (bukan orang Nabire) yang ingin melakukan keributan dipersilahkan untuk kembali ke kabupatennya dan demo di sana.

Pihaknya meminta kepada para bupati di wilayah adat Meepago untuk menjada serta mengimbau masyarakatnya agar tidak demo dan melakukan kekacauan di kabupaten lain. Sebab Nabire adalah pusat perekonomian dari beberapa wilayah di Meepago.

“Kalau Nabire kacau, tidak akan ada barang yang keluar ke wilayah lain di Meepago. Semua bahan makanan dari Nabire, para bupati tolang jaga masyarakatnya agar tidak buat kacau di wilayah lain. Kalau sampai ada yang buat kacau di Nabire, maka saya ingin tutup pelabuhan biar tidak ada barang yang masuk,” terangnya.

Monei, menyerukan seluruh masyarakat baik non OAP maupun OAP yang ada di Nabire agar tidak mengkhawatirkan dengan isu demo. Pihaknya juga meminta kepolisian menindak tegas siapapun yang ingin melakukan kekacauan di Nabire.

“Kalau ada signal yang buat kacau langsung tangkap dan proses sesuai aturan yang ada. Kepada masyarakat jangan tanggapi isu, mari kita jaga Nabire, supaya kalau ada yang datang mau buat kacau kita sepakat usir dia dari sini,” imbuhnya.

Juru bicara Suku Besar Yerisiam Gua, Gunawan Inggeruhi meminta agar semua orang menjamin keamanan nagar pelantikan Presiden berjalan aman dan lancar.

”Jangan ada demo yang nanti buat kacau. mari dukung pelantikan dengan jaga keamanan agar kondusif. Jangan juga nilai lebih kalau ada razia karena itu demi keamanan dan kenyamanan, ” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Nabire melalui Kabag Ops AKP Samuel D Tatiratu, SIK mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolelir jika ada masyarakat yang berencana demo. Pihaknya akan melakukan penyekatan area di daerah kota bahkan melaksanakan patroli dalam skala besar bersama TNI.

Selain itu, sesuai perintah Kapolri bahwa tidak ada demo menjelang pelantikan presiden maupun menjelang Pilkada 2020 nanti.

“Jadi kalau ada demo minta surat ijinpun kita tidak dibolehkan dan kalau ada yang memaksakan kami akan bubarkan ,” terangnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top