Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BMKG: Waspada gelombang tinggi di laut utara Papua dan Papua Barat

Air laut naik hingga genangi pondok dan mendekati daratan Pantai Hamadi. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai gelombang tinggi di laut utara Papua dan Papua Barat, pada Senin (2/12/2019) hingga Selasa (3/12/2019).

Kepala BMKG Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray, Minggu, mengungkapkan, ada pusaran angin terjadi di Samudra Pasifik. Ini akan berdampak pada kecepatan angin hingga gelombang air laut.

“Tinggi gelombang bisa mencapai ketinggian maksimal 3 meter. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami itu antara lain Perairan Raja Ampat, Jayapura, Manokwari dan Perairan Biak,” kata Denny.

Ia menjelaskan, ada potensi kemunculan awan gelap (cumulonimbus) di Perairan Manokwari, Biak, Sarmi-Jayapura, Raja Ampat-Sorong, Teluk Cenderawasih, dan Perairan Fak-Fak, Kaimana. Selain hujan, fenomena alam ini juga bisa menimbulkan angin kencang.

Loading...
;

BMKG, kata dia, sudah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, termasuk instansi terkait. Ia pun mengimbau masyarakat terutama nelayan serta warga pesisir waspada.

Berdasarkan citra satelit, pada dua hari ke depan hampir seluruh wilayah di Papua Barat berpotensi diguyur hujan deras hingga sedang.

“Memang saat ini kita sudah memasuki musim hujan. Intensitas hujan sejak November sudah mulai meningkat, Desember kemungkinan akan lebih tinggi hingga puncaknya antara Maret atau April,” sebut Denny.

Selain cuaca ekstrem di wilayah perairan, masyarakat pun diimbau lebih waspada akan potensi banjir dan longsor.

“Di sejumlah wilayah di Manokwari, pernah terjadi banjir. Sejak sekarang harus mengambil langkah antisipasi, setidaknya membersihkan saluran di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Sebelumnya, air laut di Pantai Hamadi naik hingga menggenangi pondok dan para-para milik pengelola pantai. Genangan air laut tersebut naik mendekati daratan pantai.

Pantauan Jubi, Sabtu (30/11/19) para-para milik pengelola pantai sebagian hampir tertutup sedimen pasir, menutupi area parkir kendaraan. Bahkan ada juga warga yang tetap mandi meski angin kencang dan air laut berombak besar.

Menurut salah satu pengelola pondok di Pantai Hamadi, Olof Hay, sudah dua hari berturut-turut ombak di Pantai Hamadi naik akibat angin kencang. Bahkan hampir dalam sebulan air laut di Pantai Hamadi tak pernah surut, namun tetap tenang (belum berombak).

“Air masuk tidak bisa lagi keluar, malah tambah naik sudah lewat pondok-pondok. Air laut ini juga bawa pasir. Jadi, tidak tahu, kalau ini berlangsung sampai empat hari ke depan berarti pantai sudah tenggelam,” kata Hay. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top