Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BMP Papua: KNPB dan OPM harus diundang diskusi

Sekjen BMP Papua, Yonas Nussy- Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Barisan Merah Putih (BMP) Papua menginginkan perwakilan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) diundang dalam setiap diskusi membahas setiap isu dan dinamika yang berkembang di Papua. Hal itu dikatakan Sekjen BMP Provinsi Papua, Yonas Nussy kepada Jubi, Selasa (8/10/2019).

Ia mengatakan, dengan kehadiran perwakilan KNPB dan OPM dalam setiap diskusi membahas isu Papua atau dinamika yang terjadi di Papua, berbagai pihak akan mengetahui apa keinginan dan bagaimana pandangan pihak-pihak yang selama ini dianggap berseberangan dengan negara.

“Membicarakan  bagaimana menjaga kedamaian di Tanah Papua dan solusi setiap masalah, mesti melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok yang dianggap berseberangan dengan negara, karena yang bisa menyelesaikan setiap masalah di Papua, hanya kita orang yang hidup di tanah Papua,” kata Nussy.

Menurutnya, jangan hanya melihat kelompok-kelompok berseberangan dengan negera dari sisi negatif, karena pihak-pihak ini juga tidak ingin Papua selalu berada dalam situasi yang tidak damai dan aman.

Loading...
;

“Kelompok-kelompok ini juga tidak mengingkan hal itu (situasi tidak aman dan nyaman), karena mereka tahu ketika terus terjadi masalah di Papua, yang korban juga adalah orang asli Papua,” ujarnya.

Selain itu katanya, selama ini pihak KNPB dan OPM juga selalu menyatakan musuh mereka bukan masyarakat sipil atau non-Papua, tapi Negara (Indonesia) dan aparatnya.

“Saya juga mengharapkan pemerintah hadir dalam setiap pertemuan atau diskusi ke depan. Saya kira ini yang kita harapkan dalam rangka menjaga stabilitas daerah di tanah ini,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara KNPB Pusat, Ones Suhuniap belum lama ini mengatakan, rakyat Papua berjuang bukan untuk memusuhi non-Papua yang berada di Papua, namun untuk menuntut hak politiknya serta melawan rasisme dan praktik kolonialisme Indonesia di West Papua.

“Makanya kami minta hentikan politik adu domba antara orang asli Papua dan warga non-Papua dengan dalil NKRI harga mati,” kata Ones Suhuniap kala itu. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top