Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BPN laporkan enam lembaga survei ke KPU RI, LSI Denny JA tak ambil pusing

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pemenangan Nasional atau BPN pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno melaporkan enam lembaga survei kepada KPU RI terkait hasil perhitungan cepat suara Pilpres 2019. Keenam lembaga survei yang dilaporkan itu sama-sama mengumumkan hasil penghitungan cepat yang menyatakan perolehan suara pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih unggul dibanding Prabowo Sandi.

Pelaporan keenam lembaga survei itu dilakukan Koordinator Tim Advokasi dan Hukum BPN Djamaludin Koedoeboen di Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (18/4/2019). “Ada LSI Denny JA, Indobarometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking dan Voxpol,” kata Djamaludin merinci nama-nama lembaga yang ia laporkan.

Djamaludin menuturkan dalam perhitungan cepat hasil Pilres 2019, Rabu (17/4), yang ditayangkan di beberapa televisi nasional menampilkan fakta berbeda dengan hasil perhitungan di lapangan. “Ada hasil perhitungan melebihi 100 persen dari jumlah pemilih, ada jumlah data yang dipaparkan (presenter) berbeda dengan apa yang ada di layar monitor,” ungkapnya.

Kondisi ini, lanjut Djamaludin, berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat karena KPU RI belum mengumumkan secara resmi hasil perhitungan suara Pilpres 2019. Dia menambahkan bahwa hasil survei itu seolah mengisi pikiran sehingga masyarakat harus mengakui dan membenarakan apa yang disampaikan oleh lembaga-lembaga survei tersebut.

Loading...
;

“Kami minta agar KPU mencabut kembali izin mereka. Kalau bisa lembaga survei ini sementara jangan pernah menyiarkan apapun lagi untuk mengisi ruang publik,” ucapnya.

Selain melaporkan enam lembaga survei itu kepada KPU, Tim BPN juga akan membawa kasus ini kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Selain itu, BPN juga melaporkan sejumlah stasiun televisi nasional kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA tidak ambil pusing dengan langkah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang melaporkan mereka dan lima lembaga survei lainnya ke KPU RI. “Penghitungan cepat ini kan merupakan karya ilmiah, dengan metode yang terukur. Tentu ini tidak akan menyenangkan semua pihak,” kata peneliti LSI Rully Akbar saat ditemui di Graha Dua Garuda, Jakarta, Kamis.

Rully mengingatkan bahwa pada Pemilihan Presiden 2014, hasil hitung cepat yang dilakukan LSI tidak berbeda jauh dengan hasil perhitungan nyata KPU. Selanjutnya Rully mengatakan bahwa semestinya laporan semacam itu baru diajukan BPN setelah KPU selesai melakukan perhitungan nyata. Dari sana, baru dapat diketahui apakah lembaga-lembaga survei melakukan kesalahan atau tidak.

“Lembaga-lembaga survei memiliki metode ilmiah yang spesifik dan akurat untuk menghitung sampel data. Maka, hasil-hasil penghitungan cepat kami biasanya tidak berbeda jauh dengan hasil perhitungan akhir,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top