HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BPOM: Air minum isi ulang harus diawasi dengan ketat

Kepala BPOM Jayapura, HG Kakerissa saat diwawancara – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura, HG Kakerissa menyatakan depot air minum harus diawasi dengan ketat, karena air merupakan media pertumbuhan mikroba. “Kalau itu tidak diawasi ketat, sangat rawan. Penyaringan air harus mengikuti Standar Oeprasional Prosedur,” jelas Kakerissa di Kantor BPOM Jayapura, Rabu (22/5/19).

Menurut Kakerissa, tata cara pengawasan kualitas air minum diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736 Tahun 2010. Pengawasan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota, dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang memiliki laboratorium untuk memeriksa sampel air minum yang diuji.

“Selama ini kami berkoordinasi dengan (Dinas Kesehatan kabupaten/kota), karena izin dan pembinaan para pengusaha depot air minum isi ulang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Uji sampel air harus dilakukan setiap tiga bulan sekali, dilakuan untuk menguji mikroba dalam air,” ujar Kakerissa.

Menurut Kakerissa, usaha depot air minum harus mendapatkan pasokan air bersih, baik dari PDAM, mata air bersih, ataupun mobil tanki air bersih. “(Pengolahan air untuk menjadi air layak dikonsumsi)  bisa dengan karbon aktif, proses dengan ozon, dengan proses akhir antara lain dengan sinas UV, dan pengemasan ke galon air,” ujar Kakerissa.

Loading...
;

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, dalam pelaksanaan pengawasan kualitas air minum isi ulang meliputi pengawasan bakteriologi, kimiawi, radioaktif dan fisik. “Kami melakukan pembinaan teknis terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan penyelanggaraan persyaratan kualitas air minum dengan melibatkan instansi terkait,” jelas Ni Nyoman.

Menurut Ni Nyoman, mengkonsumsi air minum isi ulang kini banyak dipilih orang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain ekonomis, air minum isi ulang juga dianggap lebih praktis dan mudah didapat.

“Saya menghimbau masyarakat tidak boleh secara acak memilih depot air minum isi ulang karena itu banyak depot air yang kualitasnya tidak memenuhi syarat. Air minum yang tidak layak bisa memicu penyakit. Beli air isi ulang di depot air minum yang sudah memiliki izin usaha,” tutur Ni Nyoman. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top