HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BPOM Maluku Utara awasi makanan takjil

Ilustrasi, pixabay.com

Pada Ramadhan tahun lalu tim BPOM  menemukan ada dua makanan jenis takjil yang menggunakan bahan berbahaya berupa zat pewarna pakaian.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Ternate, Jubi – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara mengintensifkan pengawasan produk takjil atau jajanan berbuka puasa pada Bulan Suci Ramadhan. Langkah itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya produk takjil mengandung berbahan bahaya.

“Pengawasan itu dilakukan dengan cara menurunkan tim untuk menguji sampel produk takjil diberbagai titik penjualan,” kata Ketua BPOM Maluku utara, Sarina, Rabu (8/5/2019).

Baca juga : TP PKK Kabupaten Jayapura bagi makanan tambahan ke sekolah

Loading...
;

Posko Gunung Merah dan TP PKK setiap hari salurkan ribuan bungkus makanan

Diduga keracunan makanan, 35 orang dilarikan ke rumah sakit

Sarina juga menyebutkan langkah lain mengawasi makanan takjil melibatkan kader dan komunitas yang sebelumnya mendapatkan pelatihan dari BPOM untuk melakukan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada para penjual takjil. “Agar tidak menggunakan bahan berbahaya seperti pengawet dan bahan pewarna pakaian,” kata Sarina menjelaskan.

Menurut Sarina pada Ramadhan tahun lalu tim BPOM  menemukan ada dua makanan jenis takjil yang menggunakan bahan berbahaya berupa zat pewarna pakaian. Ironisnya para pedagang beralasan tidak mengetahui kalau zat pewarna seperti itu tidak bisa digunakan untuk takjil.

BPOM Maluku Utara mentargetkan Ramadhan tahun ini tidak ada lagi produk takjil yang menggunakan bahan berbahaya, karena BPOM bersama instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan dan Disperindag gencar melakukan sosialisasi mengenai keamanan pangan kepada para pelaku usaha dan masyarakat yang menjual produk pangan.

Selain itu Sarina mengimbau kepada masyarakat agar ketika berbelanja produk makanan dan minuman tidak hanya melihat karena harganya murah, tetapi memerhatikan tanggal kedaluwarsanya, kondisi produknya dan izin edarnya dari instansi terkait.

BPOM Malut tidak akan memberi toleransi jika menemukan produk makanan dan minuman yang kedaluwarsa atau tidak memiliki izin edar dari instansi terkait, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan memprosesnya secara hukum, seperti pernah dilakukan terhadap penjual kosmetik ilegal. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top