British Steel di ambang keambrukan

British Steel di ambang keambrukan

Ilustrasi, pixabay.com

Perusahaan itu akan selamat jika pemerintah sepakat menyediakan pinjaman darurat sebesar 30 juta pound  atau sekitar 38,1 juta dolar AS

Papua No. 1 News Portal | Jubi

London, Jubi – Produsen baja terbesar kedua di Inggris, British Steel, dilaporkan berada di ambang keambrukan. Perusahaan itu akan selamat jika pemerintah sepakat menyediakan pinjaman darurat sebesar 30 juta pound  atau sekitar 38,1 juta dolar AS yang seharusnya turun paling lambat Selasa.

“Produsen baja yang dimiliki oleh perusahaan penanam modal Greybull Capital, mempekerjakan sebanyak 5 ribu orang, kebanyakan di Scunthorpe, di Inggris Utara,”  kata satu sumber yang dekat dengan situasi tersebut.

Baca juga : Industri logistik China tolak pengiriman produk ilegal dan satwa liar

‘Vai’ film perempuan Pasifik dorong representasi di industri perfilman

Kegigihan negara Pasifik, IMO setuju pangkas emisi industri pengapalan

Sementara itu ribuan orang tergantung atas rantai pasokannya. Greybull, yang mengkhususkan diri pada mengubah bisnis yang terancam, membayar mantan pemilik Tata Steel nominal satu pound pada 2016 untuk perusahaan yang mengalami kerugian tersebut yang mereka beri nama lagi British Steel.

“Greybull telah meminta pemerintah Inggris pinjaman sebesar 75 juta pound tapi sejak itu telah mengurangi tuntutannya jadi 30 juta pound,” kata satu sumber yang dekat dengan perunding, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Jika pinjaman itu tidak disetujui sampai Selasa sore waktu setempat, administratur dapat ditunjuk untuk British Steel paling cepat Rabu.

Tercatat British Steel memperoleh pinjaman pemerintah sebanyak 120 juta pound  atau 154 juta dolar AS pada Mei, guna memungkinkannya mematuhi peraturan Sistem Perdagangan Emisi Uni Eropa (ETS). (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)