Bronjong penahan longsor tebing jalan Bhayangkara – Skyline ambrol

Bronjong penahan longsor tebing jalan Bhayangkara – Skyline ambrol

Bronjong pengaman tebing jalan Bhayangkara – Skyline ambrol – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rangkaian bronjong atau keranjang kawat berisi batu kali penahan erosi/longsor yang melindungi tebing dan struktur pondasi ruas Jalan Bhayangkara – Skyline rusak dan ambrol karena air hujan yang melimpah sejak awal Maret. Padahal bronjong itu dibuat pada 2017, dan umur pakainya berkisar dua tahun.

Ruas jalan Bhayangkara – Skyline di Kota Jayapura, Papua, itu dibangun di punggungan bukit, dengan tebing terjal yang selama ini dilindungi talut dan bronjong. Akan tetapi, tingginya curah hujan sejak awal tahun membuat rangkaian bronjong sepanjang 15 meter rusak, dan akhirnya ambrol.

Salah warga Kota Jayapura, Piter, menuturkan rangkaian bronjong itu mulai ambrol sejak awal Maret. “Bronjong itu longsor beberapa kali. Yang paling parah pekan lalu,” kata Piter di Jayapura, Kamis (14/3/2019).  Hingga Kamis bronjong yang ambil belum diperbaiki.

Ambrolnya bronjol itu bisa merusak fondasi bandan jalan Bhayangkara – Skyline. Apalagi, jarak antara bibir tebing dengan badan jalan kurang dari sepuluh meter. Jika bibir tebing itu ikut longsor, fondasi badan jalan Bhayangkara – Skyline bisa ikut rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Bernard J. Lamia menyatakan rangkaian bronjong yang ambrol itu baru dibangun dua tahun lalu. “Rangkaian bronjong itu selesai dikerjakan 2017 merupakan bagian dari pembangunan tiga rangkaian bronjong di Jayapura yang dibangun dengan anggaran Rp2 miliar. Keranjang kawatnya sudah memakai kawat ukuran 6 milimeter, namun tidak dilengkapi tiang panjang,” kata Lamia di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jayapura, Kamis (14/3/2019).

Lamia menyatakan perbaikan bronjong kemungkinan akan menggunakan dana darurat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jayapura. “Bronjong itu roboh setelah APBD 2019 disahkan, dan dalam APBD itu tidak ada alokasi anggaran memperbaiki bronjong di Skyline. Kalau mendesak, ya dana perbaikan bronjong harus diambilkan dari dana darurat,” Lamia.

Untuk pelaksanaan perbaikan bronjong, pelaksananya bisa Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura atau BPBD Kota Jayapura. “Kami akan usulkan (konstruksi yang lebih kuat). Bisa saja PU, bisa saja kami dari BPBD yang kerjakan. Tapi secara teknis itu memang berat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan yakin bronjong yang rubuh tidak mempengaruhi fondasi jalan yang baru diresmikan pada awal 2019 itu, karena fondasi jalan memliki tiang pancang. “Aman itu, tidak ada masalah. Tidak ada pengaruhnya dengan bronjong yang rubuh itu,” jelas Rustan di Jayapura, Rabu.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Jayapura yang membidangi masalah infrastruktur dan lingkungan, Otniel Deda, meminta Pemerintah Kota Jayapura segera memperbaii bronjong yang longsor itu. Jika bronjong tidak diperbaiki, warga yang khawatir bisa takut melintasi jalan Bhayangkara – Skyline. “Seharusnya konsultan yang mengawasi pada saat membuat perencanaan, agar tidak asal jadi,” tutur Deda di Jayapura, Rabu. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)