Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

BTM: Jangan ada konflik horizontal di Kota Jayapura

Aksi demonstrasi menolak rasisme lanjutan di Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano atau BTM mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk tidak melakukan aksi demo tandingan, imbas dari aksi demo anarkis yang dilakukan pada, Kamis (29/8/2019) yang mengakibatkan sejumlah fasilitas publiK dan beberapa toko dirusak dan dibakar.

“Saya meminta dengan rendah hati kepada saudara-saudaraku yang tinggal di Kota Jayapura untuk mari kita menjaga keamanan dan ketertiban kota ini dengan baik. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Kita harus saling bergandengan tangan, dan kota yang kita cintai ini aman dan damai,” kata BTM kepada wartawan di Jayapura.

BTM pun menangis saat melihat para pedemo melakukan tindakan anarkis yang berakibat rakyat tidak bersalah menjadi korban.

“Kenapa rakyat saya yang tak bersalah jadi korban? Mobilnya dihancuri dan tempat mencari makannya dibakar. Hati saya dibuatnya sedih, hati saya sakit,” ujarnya.

Loading...
;

Dikatakan, selaku pemimpin di Kota Jayapura, BTM mengatakan akan tetap berpihak terhadap masyarakatnya, dan dirinya berharap tidak ada aksi balasan terhadap perbuatan oknum-oknum yang melakukan aksi anarkis dalam aksi demo tersebut.

BTM juga akan berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah se-Tanah Tabi (Bupati Jayapura, Bupati Keerom, Bupati Sarmi dan Bupati Mambramo Raya, Kota Jayapura), sore nanti untuk membahas persoalan yang sedang terjadi.

“Saya juga akan mengundang Ketua Lembaga Masyarakat Adat, Paguyuban, dan organisasi kepemudaan, seperti HMI dan GMKI untuk membahas masalah ini. Kami harus bergerak karena kami tidak ingin ada konflik horizontal di Kota Jayapura. Kota ini adalah kota yang aman dan kota yang damai,” katanya.

Hal-hal yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut kata BTM adalah masalah yang harus diatasi secepatnya pasca peristiwa anarkis di Ibukota Provinsi Papua. BTM juga meminta masyarakat untuk membuka akses jalan yang ditutup masyarakat di sejumlah titik di Kota Jayapura.

“Saya minta kita buka palang. Karena jalan ini dibutuhkan masyarakat. Ada masyarakat yang berduka, ada masyarakat yang sakit, ada yang ingin berangkat. Kita harus berikan akses jalan kepada mereka. Saya percaya masyarakat yang ada disini adalah orang-orang baik, bersama dengan masyarakat Port Numbay,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMPERA) Papua, Stanly Salamahu meminta kepada masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura untuk tidak terpancing dengan aksi demontrasi pada, Kamis (29/8/2019) yang akhirnya bertindak anarkis dengan merusak beberapa bangunan pemerintahan dan juga lapak-lapak jualan para pedagang disepanjang jalan Abepura hingga Jayapura.

“Kami meminta Gubernur Papua dan juga DPRP untuk segera membentuk tim rekonsiliasi terkait aksi demo anarkis tersebut. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Jayapura untuk tetap tenang dan masyarakat yang merasa dirugikan atas aksi demo anarkis tersebut agar tidak terpancing melakukan tindakan anarkis yang nantinya isu rasisme ini meluas menjadi aksi SARA, ini yang akan menjadi persoalan,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top