HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Buah Naga Arso dan Koya Laris Manis di Hamadi

Seorang penjual buah di Pasar Hamadi, Jayapura, memperlihatkan buah naga yang dijualnya – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Buah naga yang dibudidayakan para petani di Arso dan Koya laris manis di Jayapura. Setiap harinya, sedikitnya 100 kilogram buah naga terjual di Pasar Hamadi, Kota Jayapura. Pemerintah Kota Jayapura pun mulai mengembangkan budidaya buah naga di Jayapura, dengan membuka perkebunan buah naga seluas empat hektar.

Buah naga menjadi buah popular di Kota Jayapura. Fendi, pedagang buah di Pasar Hamadi, Jayapura, menuturkan tiap harinya ia menjual setidaknya 10 kilogram buah bernama latin Hylocereus Undatus itu. “Paling banyak pembelinya dari warung makan buat jus buah naga. Kalau ibu-ibu rumah tangga paling satu sampai dua kilo saja. Kalau lagi ramai saya bisa jual 30 kilogram,” kata Fendi di Pasar Hamadi, Rabu (27/2/2019).

Buah naga yang dijual Fendi itu merupakan buah naga yang dibudidayakan para petani di Arso, Kabupaten Keerom. Dari penjualan seharga Rp25 ribu per kilogram, Fendi bisa mendapatkan keuntungan Rp5.000 per kilogram. “Keuntungan saya akan semakin besar kalau saya bisa membeli langsung dari petani di kebunnya. Harga pasaran di tingkat petani di Arso berkisar Rp15 ribu per kilogram,” kata Fendi.

Penjual buah lainnya, Sumini menyebutkan dalam sehari bisa menjual 30 – 50 kilogram buah naga. “Satu kilogram saya ambil dari petani Rp15 ribu, saya jual Rp25 ribu satu kilogram. Buah naga banyak peminatnya terutama warung makan. Kadang satu kali ambil 10 kilogram,” ujar Sumini di Pasar Hamadi, Rabu. Selain membeli buah naga budaya para petani di Arso, ibukota Kabupaten Keerom, Sumini juga membeli buah naga yang dibudidaya para petani Koya, Muara Tami, Kota Jayapura.

Loading...
;

Selain Sumini dan Fendi, terdapat tiga pedagang buah lain di Pasar Keerom, yang rata-rata juga menjual 20 kilogram buah naga setiap hari. “Ini membuktikan buah naga sudah diterima oleh konsumen,” kata Fendi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo mengatakan buah naga potensi menjadi penghasilan para petani di Kota Jayapura. Menurut Rollo, kondisi tanah dan iklim Kota Jayapura memang cocok dijadikan lokasi budidaya buah naga, sehingga pihaknya ingin meluaskan budidaya buah naga di Jayapura.

“Kami membuka kebun buah naga seluas empat hektar. Untuk sumber benihnya, kami datangkan dari Kabupaten Keerom. Hasil saya belum bisa sebutkan karena baru dikembangkan, namun saya yakin pengembangan buah naga sangat menjanjikan khususnya bagi petani buah naga,” tuturnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top