Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Buku Baliem “Budaya Yang Tersisa dari Jaman Batu” Diluncurkan

Suasana peluncuran dan pembahasan buku berjudul “Baliem” di Hotel Nayak, Wamena -  Jubi/Islami
Suasana peluncuran dan pembahasan buku berjudul “Baliem” di Hotel Nayak, Wamena – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Buku berjudul “Baliem” (Budaya Yang Tersisa Dari Jaman Batu) yang menceritakan tentang budaya dan kehidupan masyarakat di Lembah Baliem resmi diluncurkan.

Penulis buku tersebut bernama Cyrillus W.R Luntungan yang merupakan warga non Papua namun lahir dan besar di Wamena (Labewa) ini, mencoba menuangkan cerita tentang budaya dan perilaku masyarakat Lembah Baliem yang kini mulai dilupakan secara perlahan tentang masa lalunya.

Peluncuran buku Baliem (Budaya Yang Tersisa Dari Jaman Batu) dilakukan di Hotel Nayak, Wamena, Sabtu (1/8/2015) dihadiri oleh Pastor Frans Lieshout OFM yang merupakan sejarawan Gereja Katolik di Lembah Baliem, Niko A. Lokobal salah satu budayawan di Lembah Baliem, Pastor Jhon Djonga.

Penulis buku, Cyrillus W.R Luntungan atau yang biasa disapa Welem ini menjelaskan, buku ini menceritakan tetang isi dimana masyarakat asli Lembah Baliem sudah lupa masa lalunya, dimana lupa kegiatan yang dulu yang pernah dibuat sama nenek moyang mereka.

Lewat buku ini, mungkin saya menceritakan sedikit tentang orang Dani baik fisik, perilaku kegiatan sehingga teman-teman atau pembaca di kemudian hari buku ini akan menggambarkan bagaimana kisah hidup masyarakat Dani pada saat itu dan kini,” ujar penulis.

Diakui pula, buku juga menceritakan baik dalam perkawinan, kehidupan dalam keluarga, cara membuat air garam, membuat noken dan ibu-ibu yang memotong jarinya saat ada keluarganya yang meninggal semuanya dituangkan dalam buku.

Loading...
;

Ceritanya dalam buku ini juga tidak bisa dikupas lebih ke dalam, karena ada norma-norma yang tidak bisa diungkapkan, jadi sekedar kulit saja, sehingga teman-teman atau generasi penerus perlu buku ini untuk mengingatkan mereka bahwa kita punya nenek moyang itu seperti begini, sehingga sebagai pegangan hidup,” katanya.

Penulis juga mengungkapkan, saat ini buku masih dicetak 550 buah dengan pemasaran masih diseputaran Kota Wamena.

Sambutan positif juga disampaikan Pastor Jhon Djonga dimana dirinya menilai bahwa dalam buku ini masyarakat atau pembaca dapat melihat dan membuat catatan-catatan yang bisa menjadi bahan bagi orang lain untuk belajar tentang budaya masyarakat di Lembah Baliem dan juga objek-objek wisata yang ada.

Buku kecil ini unik dan menarik, tidak biasanya sebuah buku tentang budaya ditulis oleh seorang tamatan dari institut teknologi, apalagi penulis merupakan bukan orang asli Wamena jadi ini sangat menarik,” kata Pastor Jhon Djonga.

Sementara itu Pastor Frans Lieshout OFM berharap dengan kehadiran buku ini, banyak orang akan tulis lebih-lebih putra daerah utuk mengangkat unsur-unsur yang sangat berharga juga bagi seluruh bangsa Indonesia bahkan dunia, sebab nanti apalagi akan ada festival budaya Lembah Baliem untuk melihat kehidupan masyarakat asli Lembah Baliem.

Mudah-mudahan melalui buku ini, kedepan akan tercipta juga buku dongeng dari lembah ini bahkan tulisan mengenai nilai-nilai hidup masyarakat asli Lembah. Saya harap buku ini bisa membantu masyarakat, bahwa nilai-nilai itu bukan hanya digali tetapi dibantu melalui semua program pembangunan dan sebagainya,” jelas Pastor Frans.

Bahkan Niko A. Lokobal berharap ke depan buku yang sama ini bisa ditulis dalam bahasa inggris. “Kalaupun ada sesuatu hal yang kurang, saya memahami tetapi ini ditulis oleh orang yang punya hati dari ayah, mamah sampai anak semua dari hati maka saya menerima sepenuhnya. Ditulis juga oleh orang yang tidak mempunyai latar belakang antropologi ini bagus, tetapi lebih bagus lagi diterjemahkan dalam bahasa inggris apalagi menjelang festival budaya Lembah Baliem,” kata Niko Lokobal. (Islami)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top