Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Buku “Sa Ada di Sini” menegaskan perempuan di tengah masyarakat Papua

Diskusi bedah buku “Sa Ada di Sini” di Aula P3W Padang Bulan, Kota Jayapura, Rabu (4/12/2019). Dok/Jubi

Mendengarkan apa yang dipikirkan dan rasakan perempuan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Akademisi dari pusat studi gender dan anak Universitas Cenderawasih, Gerda Numberi,  menyebut buku “Sa Ada di Sini” menegaskan kondisi perempuan ada di tengah masyarakat Papua.  Menurut  Numberi, isi buku yang menggunakan metodologi partisipasi aktif dirasakan sangat tepat, karena mendengarkan apa yang dipikirkan dan rasakan perempuan.

“Sisi judul yang pendek  tapi menunjukkan ketegasan bahwa perempuan ada di tengah masyarakat,” kata Gerda Numberi, saat bedah buku “Sa Ada di Sini” di Aula P3W Padang Bulan, Kota Jayapura, Rabu (4/12/2019).

Baca juga :Buku “Sa Ada di Sini” membongkar pentingnya perempuan di Papua

Menjalankan perdamaian perempuan Papua dengan visi ketuhanan

Loading...
;

Hari Perempuan Internasional, ciptakan ruang bagi perempuan Papua

Numberi menyatakan ada lima temuan kunci patut menjadi perhatian semua pihak dalam buku “Sa Ada di Sini”. Khususnya pada temuan keempat, yakni korban perempuan membutuhkan program khusus atau pendampingan agat dapat hidup bebas dari kekerasan . “Ini menjadi poin penting dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap perempuan,” kata Numberi menambahkan.

Meski ia berpendapat bahwa dalam menghadapi kekerasan simbolik, perempuan tetap akan menghadapi masalah. Ia menyarankan agar dengan mengubah pola hidup, pola budaya, maka angka kekerasan terhadap perempuan dapat berkurang. Menurut Numberi, cara yang dilakukan di antaranya memberikan stimulan  atau rangsangan model perubahan yang baru, termasuk dengan bantuan LSM, dan berbagai pihak.

“Ini biasanya dapat membantu perubahan alih fungsi tersebut,” kata Numberi menjelaskan.

Dalam kesempatan diskusi yang sama, pegiat JERAT Papua, Fadhal Al-Hamid, mengungkapkan buku “Sa Ada Di Sini”  berhasil merumuskan lima masalah perempuan Papua dan sangat layak dijadikan rujukan pemerintah maupun stakeholder yang bergerak dalam isu perempuan.

“Ini menarik. Ada tema kunci semakin komprehensif. Termasuk dampak kehadiran perusahaan besar terhadap perempuan,” kata Fadhal.

Fadhal  menyatakan pentingnya memunculkan narasi dari laki laki.  “Suara itu juga harus ditampilkan agar ada pemahaman yang harus kita tahu,” kata Fadhal menjelaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top