Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bulog Merauke kembali datangkan gula pasir dari Surabaya

Ilustrasi, gula pasir di pasar. – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Badan Urusan Logistik atau Bulog Sub Divisi Regional Merauke mendatangkan 100 ton gula pasir dari Surabaya, Jawa Timur pada awal Oktober 2019. Dari 100 ton gula pasir itu, sejumlah 59 ton telah dibeli para mitra Bulog, Rumah Pangan Kita. Sejumlah 41 ton sisanya masih tersimpan di gudang Bulog Sub Divisi Regional Merauke, dan 200 ton lainnya tengah dipesan dari Surabaya.

Hal itu dinyatakan Kepala Badan Urusan Logistik atau Bulog Sub Divisi Regional Merauke, Djabiruddin di Merauke, Senin (28/10/2019). Djabiruddin menyatakan kini pihaknya telah memesan lagi 200 ton gula pasir, demi memastikan kebutuhan gula pasir di Merauke tercukupi.

“Sebagian besar [gula pasar yang kami datangkan awal Oktober] telah terjual. Kami sudah memesan lagi 200 ton gula pasir kepada anak perusahan Bulog di Surabaya. Kapan dikirim, kita tunggu saja,” kata Djabiruddin kepada Jubi.

Djabiruddin menyatakan pihaknya selalu menawarkan kiriman gula pasir kepada para pengecer mitra resmi Bulog, Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di Merauke. Bulog akan berusaha memenuhi berapa pun volume permintaan dari para RPK. “Kami menawarkan kepada mitra RPK . Setelah mereka menyetujui jumlah yang diambil, langsung diantar ke tempat sasaran,” ungkapnya.

Loading...
;

Menurutnya, volume permintaan gula pasir dari setiap RPK berlainan, bergantung modal dan volume penjualan masing-masing RPK. Ada RPK yang mampu membeli hingga 1 ton gula pasir, namun ada pula RPK yang hanya kulakan 0,25 – 0,5 ton gula pasir. Apalagi pembelian itu hanya dilayani jika RPK telah menyetorkan pembayarannnya kepada Bulog.

Selama ini, Bulog mematok harga kulakan gula pasir Rp11.500 per kilogram, dan setiap RPK bisa menjualnya dengan harga Rp12.500 per kilogram. Djabiruddin menyatakan Bulog akan selalu memantau ketersediaan gula pasir di pasar, untuk memastikan kestabilan harganya.

Salah seorang pengelola Pasar Wamanggu, Ali Syahbana mengakui stok gula pasir di sejumlah pedagang masih mencukupi. Mereka menjual dengan harga terjangkau kepada konsumen.“Saya belum mengecek langsung harga gula pasir yang dijual pedagang di sejumlah los pasar. Tetapi sejauh ini, tak ada kendala karena harganya masih relatif dapat dijangkau,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top