Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Deiyai perintahkan pimpinan OPD tertib berkantor

 

upati Deiyai, Ateng Edowai pada HUT 17 Agustus 2019 di Waghete – Rikscon for Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi- Bupati Kabupaten Deiyai, Ateng Edowai telah memerintahkan kepada para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat agar kembali menertibkan aktivitas perkantoran dnegan menjalankann tugasnya masing-masing.

Edowai mengatakan, situasi daerah memerlukan kehadiran pimpinan OPD untuk membantu masyarakat mencari solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi pasca penembakan 28 Agustus 2019 di Waghete.

“Kita hadir sebagai bapak dari masyarakat yang ada di Deiyai,bukan memambah trauma pasca kejadian. Maka saya perintahkan kepada seluruh kepala OPD harus kembali beraktivitas di masing-masing kantor,” ujar Edowai dalam arahannya pada apel gabungan, Senin,(30/9/2019)

Edowai juga meminta kepada seluruh pimpinan OPD dan jajaran agar jangan ikut sebarkan informasi bohong (hoaks) kepada masyarakat justru akan memperkeruh situasi. “Saya minta kepala-kepala OPD juga turun langsung ke lapangan memberikan imbauan kepada masyarakat,” ucapnya.

Loading...
;

“Bahwa situasi keamanan sudah kondusif, ya sesuai realita. Bukan memberikan masukan serta menyebar luaskan berita hoax yang dapat memperkeruh situasi,” kata Edowai.

Ia juga meminta para guru dan petugas kesehatan entah di Puskesmas dan RSU Deiyai jangan meliburkan diri dari aktivitas pelayanan namun abdilah kepada masyarakat dan daerah.

“Para guru-guru di Deiyai mulai hari ini aktif melakukan kegiatan belajar memgajar di masing-masing sekolah masing-masing. Ya aktivitas rumah sakit dan puskesmas juga harus berjalan seperti biasa. Jangan mengambil kebijakan sendiri dan meliburkan,” ungkapnya.

Pabung 1705 persiapan Kodim Deiyai, Mayor Inf. Y. Bunai meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokator oleh kabar bohong yang sering beredar di sosial media (sosmed) , sebab itu hanya untuk mengacaukan situasi.

Menurut Bunai, di negeri Tigi (Deiyai) tidak ada perbedaan ras dan budaya antara masyarakat pribumi dan pendatang. Jadi tidak tidak boleh membeda-bedakan antar golongan. “Kita hidup damai dalam satu bingkai NKRI serta Pancasila sebagai dasar Negara,” ujar Bunai.

“Dan bagi oknum-oknum yang mempunyai kepentingan mengacaukan situasi di Deiyai, kami tegaskan stop menyebar luaskan berita hoaks menyangkut situasi di Kabupaten Deiyai,” kata Bunai. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top