HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Isaias : Ada pelaku pelanggar hak cipta Batik khas Nabire

Batik ciri khas Nabire yang telah diproduksi salah satu pengusaha tanpa seizin Pemkab Nabire Jubi/Titus Ruban.

Nabire, Jubi – Bupati Nabire, Isaias Douw mengungkapkan ada pihak pihak yang telah melanggar hal cipta dan desain batik Papua ciri khas Nabire.

Padahal menurutnya, 23 motif ciri khas batik Nabire telah dipatenkan Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui sebuah surat keputusan. Pemegang hak ciptanya adalah Pemkab Nabire.

“Tapi ada pihak yang gunakan motif ini tanpa sepengetahuan dan izin Pemkab Nabire sebagai pemilik hak cipta,” kata Isaias Douw kepada Jubi di Nabire. Rabu (10/07/2019).

Pihaknya telah mendapati ada 11 sekolah yang memesan batik khas Nabire kepada salah satu pengusaha. Setelah ditelusuri, ternyata tidak ada pemberitahuan bahkan izin yang diberikan kepada pengusaha tersebut yang mendatangkan bahan batik dari Solo, Jawa Tengah.

“Inikan pelanggaran sebab tidak minta izin. Termasuk sekolah -sekolah yang pesan,” bebernya,
Padahal kata Isaias, untuk memiliki batik khas Nabire harus melalui proses panjang dan memakan waktu lebih dua tahun.

Loading...
;

Ada kerja keras berbagai pihak yang menyatukan dua budaya, baik dari pesisir maupun pedalaman Meepago. Sehingga, menurut dia, pihaknya akan menempuh jalur hukum bila pelaku tidak terbuka dan jujur terhadap perbuatannya.

“Jadi kami sangat kecewa. Batik ini adalah dua budaya yag disatukan. Untuk itu dalam satu dua hari kedepan kami beri kesempatan kepada Pol PP untuk menindak lanjuti,” kesalnya.

Pihaknya sejak awal telah menginstruksikan kepada semua jenjang pendidikan (baik TK hingga SMS/SMKA), ASN, BMUN dan BUMD agar menggunakan batik ciri khas Papua. Sehingga dalam kesempatan ini, Bupati kembali mengimbau kepada semua pihak termasuk masyarakat Kabupaten Nabire agar menggunakan batik Khas Nabire dengan memesan hanya kepada pengusaha yang telah bekerja sama dengan Pemkab Nabire.

“Saya imbau ulang. Semua harus pakai batik Nabire pada setiap hari kamis sebagai kebanggaan kita, dan pesan di pengusaha kita. Artinya apa, supaya ada PAD yang masuk ke kas daerah sebab pengusaha ini sudah membuat kontrak dan diberikan hak penuh untuk memproduksi batik Nabire,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas pendidikan Nabire, Daniel Maipon menambahkan pihaknya telah melanjutkan instruksi tersebut kepada semua sekolah. Namun ternyata ada yang tidak mengindahkannya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan semua kepala sekolah yang ada untuk memberikan penjelasan sekaligus imbauan agar mematuhi instruksi Pemkab.

“Kami akan kumpul kepala sekolah untuk menjelaskan sekaligus mengarahkan agar tidak memesan baju batik Nabire kepada pihak lain di luar ke pengusaha yang sudah dipercayakan,” tandasnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top