Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Jayapura: Bencana ini pengalaman hidup luar biasa

Bupati Jayapura (tengah) didampingi Koordinator BPBD dan Ketua Penanggulangan Bencana Kaupaten Jayapura – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan bencana banjir bandang yang terjadi di daerah yang dipimpinnya pada Minggu malam, 16 Maret lalu, merupakan pengalaman hidup yang sangat luar biasa.

Dikatakan, dalam kondisi seperti ini, justru terlihat jelas kebersamaan yang selama ini tidak nampak di tengah lingkungan masyarakat. Selain itu, banyak dukungan dari berbagai pihak, baik masyakarat Jayapura dan sekitarnya, maupun masyakarat dari luar Jayapura, bahkan luar Papua dan luar negeri.

“Dari bencana yang terjadi kali ini, semua orang bergandang tangan saling membantu. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang sama sekali tidak kami kenal, tetapi mereka mempunyai hati tulus untuk membantu dan ikut terlibat secara tulus untuk kemanusiaan,” ujar Bupati Awoitauw, di Media Center Posko Induk Gunung Merah Sentani, Rabu (27/6/2019).

Dikatakan, kebersamaan dalam suka dan duka ini menerobos semua perbedaan selama ini baik suku, ras, dan agama demi kemanusiaan.

Loading...
;

“Saya pikir ini satu hal yang luar biasa dan akan menjadi contoh yang baik untuk kebersamaan kita di Papua dan juga Indonesia,” ujarnya.

“Kadang-kadang kita bicara hitam kulit dan keriting rambut, tetapi dalam situasi ini Tuhan mengajar kita untuk melihat satu pengalaman hidup yang luar biasa. Dan ini menjadi satu pelajaran besar bagi kita semua. Ada banyak orang yang terlibat, baik kelompok maupun individu. Turun secara langsung membantu, tetapi juga melalui posko-posko yang ada. Dari hati yang dalam sebagai pemerintah daerah kami menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua yang sudah terlibat selama ini,” lanjut Bupati Awoiatau.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Jayapura, AKBP Viktor Mackbon, yang dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat soal penanganan infrastruktur rumah masing-masing yang belum dibersihkan dari lumpur dan juga tumpukan batu serta kayu gelondongan yang terbawa banjir, menjelaskan pada masa tanggap darurat ini pihaknya fokus mencari korban dan penyelamatan jiwa.

“Penanganan pengungsian yang difokuskan selama 14 hari. Terkait jalur-jalur darurat yang dibersihkan saat ini yang diutamakan adalah jalur jalan protokol dan jalan lingkungan dan pemukiman warga. Sementara rumah-rumah warga yang terendam atau kemasukan lumpur dan sebagainya, kami dari tim akan membantu dengan fasilitas penunjang yang dapat digunakan oleh masyarakat itu sendiri. Kita juga mengajak masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan untuk memulai dengan yang baru lagi,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top