HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Jayapura: Kami diinstruksikan tidak keluar daerah

Presiden RI Joko Widodo saat menerima 61 tokoh Papua di Istana Negara – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoituaw, mengatakan dalam kondisi daerah seperti saat ini dirinya sebagai kepala daerah diinstruksikan untuk tidak keluar daerah.

Menanggapi 61 tokoh Papua yang telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kemarin, Bupati Awoitauw mengaku tidak mengetahui sama sekali kepergian 61 orang itu.

Menurutnya, perihal ini sebenarnya tidak begitu penting dilakukan, sementara kondisi daerah yang hingga saat ini masih belum pulih betul pasca aksi demo ribuan massa yang lalu.

“Tapi ini bisa serapi ini, saya juga kaget, pagi tadi melihat beritanya. Para tokoh yang pergi begitu rapi dengan seragam batik yang sama semua, ikat kepala yang sama, tidak mungkin seragam ini dibuat dalam sehari,” ungkap Bupati Awoitauw, saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/9/2019).

Loading...
;

Dari sejumlah tuntutan yang disampaikan kepada Presidan, kata Bupati dua periode ini, bahwasanya sebelum disampaikan kepada Presiden harus didiskusikan lebih dahulu menjadi satu agenda besar yang dikaitkan dengan kondisi serta situasi daerah saat ini, baik itu di Papua maupun Papua Barat.

“Kita butuh pemulihan kondisi dan situasi di sini, pemulihan infrastruktur, pemulihan ekonomi, ada seruan-seruan damai yang disampaikan oleh tokoh-tokoh gereja ke tengah jemaatnya. Sehingga di waktu-waktu mendatang hal-hal seperti ini sudah bisa dicegah dan diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Pdt. Alberth Yoku, salah satu tokoh Papua yang ikut serta dalam rombongan tersebut, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa pertemuan yang dilakukan ini sama halnya dengan pertemuan yang telah dilakukan oleh Kapolri, Panglima TNI, bersama masyarakat di Papua maupun Papua Barat dalam menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi.

“Secara pribadi kami sebagai tokoh masyarakat Papua diundang oleh Presiden untuk hadir dalam pertemuan yang sudah dilaksanakan kemarin. Yang hadir ini bukan hanya dari Papua dan Papua Barat saja, tetapi juga ada orang-orang tua non-Papua yang mendampingi anak-anak kita di setiap kota studi di seluruh Indonesia. Dari Ambon, Makassar, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” kata mantan Ketua Sinode GKI Tanah Papua ini.

Lebih lanjut dipaparkan, dengan kehadiran sejumlah tokoh Papua ini ada semacam sharing pendapat yang langsung disampaikan kepada Presiden terkait bagaimana keamanan dan keberlangsungan mahasiswa Papua dan Papua Barat di setiap kota studi.

“Dari sembilan poin yang disampaikan ini tidak menjerat atau memberatkan siapa saja. Seperti soal pemekaran, pembentukan dewan adat perempuan dan anak yang disampaikan oleh Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua. Jadi pikiran kita ke sini adalah untuk mencari solusi terbaik bagi Papua dan Papua Barat di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top