Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Jayapura: Masyarakat adat jangan mudah ‘jual’ hutan

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, menegaskan masyarakat adat jangan mudah memberikan hutan mereka untuk dijadikan lahan bisnis bagi para pembalak liar.

Menurutnya, banyak oknum pebisnis yang memanfaatkan kelemahan masyarakat lokal dengan iming-iming rupiah dalm jumlah besar, sementara hasil dari hutan terus dirambah dan dibawa keluar dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi dari apa yang diberikan kepada masyarakat.

“Sudah saya tegaskan berkali-kali bahwa tanah, hutan, dan semua sumber daya alam di dalam hutan kita yang memiliki potensi besar tidak boleh dijual untuk kepentingan pribadi semata,” tegas Bupati Awoitauw, saat dihubungi di Sentani, Rabu (3/7/2019).

Dikatakan, hutan setiap hari akan mengalami kerusakan ketika kesempatan ini terus diberikan kepada mereka yang kerjanya hanya mencari keuntungan dengan merambah hutan, mengambil kayu dan menjualnya keluar daerah.

Loading...
;

“Masyarakat adat harus melakukan proteksi yang kuat terhadap hak-hak ulayat mereka, jangan mudah menyerah ketika dijanjikan sesuatu yang sifatya hanya sementara dan berdampak negatif di kemudian hari,” ungkapnya.

Hal senada disampikan Aleks Waisimon, seorang pencinta alam dan pengamat lingkungan di Jayapura.

Peraih Kalpataru di bidang lingkungan ini mengingatkan bahwa masih ada tokoh masyarakat dan tokoh adat yang memberikan ruang kepada para perambah untuk mengambil hasil hutan.

“Ketika saya datangi mereka di hutan, para perambah ini mengatakan mereka kerja atas izin kepala suku, tokoh masyarakat, dan lain-lain sebagai pemilik hak ulayat. Ini yang sebenarnya salah dari kita sebagai masyarakat adat,” jelasnya.

Untuk itu, Aleks juga meminta kepada pemerintah daerah untuk membuat peraturan daerah tentang pengawasan hasil sumber daya alam.

“Semua bisnis kayu atau yang memiliki sawmill di kota ini harus diperiksa rutin, bahan baku kayu diambil dari mana, atas izin siapa, berapa banyak yang diambil, usaha sawmill ini punya izin pengelolaan hasil hutan atau tidak. Dengan demikian hutan kita akan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top