Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Keerom diminta tak persulit pelantikan wakil Bupati

DAP bersama masyarakat adat Kabupaten Keerom ketika melakukan jumpa pers – Jubi/Agus Pabika.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Masyarakat Keerom kembali mendesak Bupatinya untuk tak mempersulit pelantikan Wakil Bupati Keerom yang selama ini tertunda. Ini disampaikan Sekertaris Dewan Adat Kabupaten Keerom, Laurens Borotian di Jayapura, kemarin.

“Untuk daerah ini, kami sebagai masyarakat adat kami tegaskan agar posisi wakil bupati harus diberikan kepada anak asli sesuai hasil pemilihan legislatif kemarin,” kata Laurens.

Ia mengatakan, sejauh ini Bupati terkesan mempersulit proses pelantikan wakil bupati terpilih. Padahal proses pemilihan sudah sesuai dengan aturan. Masyarakat mendesak Bupati untuk melantik Wabup bulan ini.

“Bupati Keerom menginjak hak kami. Kami minta Wakil Bupati di lantik dalam bulan Juli ini jika tidak kami akan melakukan pemalangan sesuai adat kami,” katanya.

Loading...
;

Dewan Adat Kabupaten Keerom mengamati, sejak kepemimpinan Bupati Markum, banyak anak asli Keerom tersisihkan dari posisi pemegang kebijakan di lingkungan Keerom.

“Kami di anak tirikan di negeri kami sendiri, contohnya Dewan adat mau melakukan pengukuhan itu belum dilakukan karena Bupati Markum persulit biaya.  Pelayanan ke kampung – kampung juga belum ada dan hanya bersifat pendekatan politik saja,” katanya.

Sementara itu Serfosius Tuamis, Ketua Dewan Adat Keerom menegaskan Bupati Markum harus memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak asli untuk memimpin daerahnya karena selama ini masyarakat Keerom sudah memberikan tanah, air dan hutan untuk dimanfaatkan.

“Sejak hadirnya transmigrasi di Keerom kita sudah memberikan tanah, hutan, air kami secara gratis, masa hak politik kami lagi kalian rampas, tolong hargai kami sebagai pemilik negeri, memimpin daerah kami sendiri,” katanya.

Seperti diketahui, Piter Gusbager terpilih sebagai Wakil Bupati Keerom dalam periode sisa waktu 2018-2021 menggantikan Wakil Bupati Muhammad Markhum. Sedangkan Muhammad Markhum naik menjadi Bupati menggantikan  Celcius Watae yang meninggal dunia 10 Januari 2018 lalu.

Pemilihan Calon Wakil Bupati Keerom berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Keerom, Senin (26/11/2018).

Alasan belum dilakukannya  pelantikan karena Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Provinsi Papua, Klemen Tinal menyebut proses penetapan Wakil Bupati Keerom, tidak sah karena partainya sama sekali tidak mengusulkan atau mengajukan Ketua DPD Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Keerom, Piter Gusbager sebagai salah satu calon wakil bupatinya.

“Pengusulan calon wakil bupati Keerom ini kan kami dari DPD Golkar Provinsi usulkan nama lain ke DPP Golkar di Jakarta. Tapi kemudian nama lain yang keluar lalu tetap berproses dalam sidang dewan, kita sebut itu ilegal,” katanya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top