Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Mamteng: wajar kalau pelajar dan mahasiswa Papua memilih pulang ke Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe saat menyalami dua mahasiswa asal Papua, Adriana Rosema Windesi dan Bernard Steven Jack Windesi yang memilih meninggalkan kota study-nya karena mendapat tindakan diskriminasi – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bupati Mamberamo Tengah Ham Pagawak mengatakan kepulangan sejumlah pelajar dan mahasiswa dari beberapa kota studi di luar Papua wajar, karena para pelajar dan mahasiswa asli Papua itu sudah merasa tidak nyaman bertahan di lokasi sekolahnya. Pagawak menyebut ketidak-nyamanan para pelajar dan mahasiswa itu secara langsung terkait dengan tindakan persekusi dan rasisme yang dilakukan oknum TNI dan organisasi kemasyarakatan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu.

“Saya rasa ini dampak dari kasus di Surabaya dan Malang. Anak-anak dan adik-adik kami sudah tidak merasa nyaman lagi di kota studi masing-masing. Akan tetapi, saya tegaskan kepulangan mereka itu bukan inisiasi dari Pemerintah Provinsi Papua ataupun pemerintah kabupaten. Itu keinginan dari pelajar dan mahasiswa itu sendiri,” katanya kepada wartawan pada Senin (9/9/2019), usai bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara, Kota Jayapura.

Menurut Pagawak, jumlah pelajar/mahasiswa asal Mamteng yang tengah belajar di luar Papua berkisar 500 orang. Ia kepulangan para pelajar dan mahasiswa tersebut juga sedikit merepotkan pihaknya, karena sebagian orangtua menuntut Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) mengganti biaya kepulangan mereka.

“Dari data yang saya terima, sudah ada sekitar 60 pelajar dan mahasiswa asal Mamteng yang pulang. Ada yang langsung ke Mamteng, ada yang kami tampung di Asrama Mamteng di Kota Jayapura. Ada enam orang lagi masih di Manado, mereka belum pulang karena minggu ini mereka mau wisuda,” kata Pagawak.

Loading...
;

Pagawak menyatakan ia telah membahas eksodus para pelajar dan mahasiswa Papua dari berbagai kota studi di luar Papua dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. “Tadi, saya bertemu Gubernur Papua, dan beliau sampaikan dalam waktu dekat akan ada pertemuan para bupati, wali kota, rektor, Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Mejelis Rakyat Papua, untuk membahas ini. Mudah-mudahan ada jalan tengah untuk menyelamatkan anak-anak kita yang pulang ini,” ujarnya.

Pagawak berharap aparat keamanan tegas menindak oknum yang terlibat aksi persekusi dan rasisme dan persekusi terhadap para mahasiswa Papua di Surabaya maupun daerah lain di Indonesia. “Kalau boleh kita minta, proses hukum kepada pelaku rasis ini harus cepat dan trasnparan, agar orang Papua percaya kepada Negara,” katanya.

Pagawak mengaku hingga saat ini belum bisa berkomunikasi dengan para mahasiswa Mamteng yang terlanjur pulang meninggalkan kota studi mereka. “Gubernur saja ditolak, apalagi saya yang hanya seorang Bupati. Langkah itu tetap kami lakukan, agar pendidikan mereka tidak terbengkalai. Kalau mau dibilang, Pemkab rugi dengan kepulangan para mahasiswa tersebut. Salah satu kerugian itu adalah tempat tinggal mereka sudah dibayar Pemkab selama satu tahun berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan jumlah mahasiswa Papua yang pulang meninggalkan kota studinya masing-masing bisa terus bertambah. “Kalau yang disiplin ilmunya ada di perguruan tinggi yang ada di Papua, kami akan meminta kelas tambahan. Akan tetapi, [mereka] yang punya disiplin ilmu lain, itu menjadi soal. Mungkin alternatifnya kita kirim mereka kuliah di luar negeri, yang paling dekat itu Papua Nugini dan Australia,” ujarnya.

Enembe berharap para orangtua yang anaknya terlanjur pulang meninggalkan kota studi bersabar, karena Pemerintah Provinsi Papua tidak akan tinggal diam. “Yang pulang ini adalah masa depan Papua yang harus diselamatkan. Saya berharap para orangtua harus bersabar, dan sambil menunggu, karena kami sedang berpikir untuk menyelamatkan generasi muda kita agar tetap mencicipi pendidikan yang layak,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top