Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Mappi terima pengahargaan Dwi Praja Nugraha

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim, sedang menyematkan penganugerahan kepada Bupati Mappi, Kristosimus hanes Agawemu – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

“Penghargaan ini memberikan semangat baru, sekaligus inspirasi bagi sesama teman kepala daerah di Papua agar ketika membangun bangsa diawali dari pendidikan dasar lalu ke jenjang SMP hingga SLTA.”

DENGAN program guru penggerak daerah terpencil, Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, mendapatkan penganugerahan Dwi Praja Nugraha dalam puncak peringatan Hari Guru dan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim, di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Selain itu, juga salah seorang guru yang bertugas di daerah pedalaman Kabupaten Mappi yakni Diana da Costa mendapatkan kesempatan menerima penghargaan secara langsung dari Mendikbud.

Kepada wartawan, Diana da Costa, guru sekolah dasar (SD) Kampung Kaibusene mengaku kurang lebih satu tahun, mengabdikan diri untuk anak-anak di kampung tersebut.

“Saya tidak pernah membayangkan akan bertemu langsung Bapak Mendikbud, sekaligus mendapatkan penghargaan. Ini adalah sejarah dalam hidup saya. Tentunya saya merasa terharu dan sangat bangga,” ungkapnya.

Loading...
;

Dia mengajak kepada sesama rekan guru lain agar tetap bersemangat dalam menjalankan tugas pengabdian di kampung-kampung melalui program penggerak guru daerah terpencil yang merupakan terobosan Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu.

“Mari kita lebih bersemangat lagi dalam mengabdikan diri untuk anak-anak di kampung,” pinta gadis kelahiran Timor Leste itu.

Diana bilang, hari ini, dirinya yang berdiri di depan dan menerima penghargaan Mendikbud. Namun, di lain waktu dan kesempatan, ia yakin akan ada teman-teman gurunya yang lain yang akan mendapat perhatian khusus.

Dia mengaku ketika menjalankan tugas pengabdian di kampung, diyakini kalau para leluhur dan orang Papua pasti akan memberkatinya ketika pelayanan itu dijalani dengan niat tulus.

“Saya bertugas sebagai guru di Kampung Kaibusene sejak November 2018 lalu. Jadi satu tahun lebih mengabdikan diri bagi anak-anak Papua di sana,” ungkapnya.

Dia berjanji akan terus menjadi guru di kampung tersebut, ketika program dimaksud masih  dijalankan.

Bupati  Mappi, Kristosimus Agaweme, sedang bersalaman dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim – Jubi/IST

Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, mengatakan penghargaan ini menjadi milik masyarakat dan para guru. Karena kesulitannya adalah bagaimana guru berada di tempat tugas. Tetapi anak didik juga menjadi anak bangsa untuk perlu mendapatkan kecerdasan seperti saudara lain di Indonesia.

Penghargaan ini memberikan suatu semangat baru sekaligus inspirasi bagi sesama teman kepala daerah di Papua agar ketika membangun bangsa, diawali dari pendidikan dasar lalu ke jenjang SMP hingga SLTA.

“Kita harapkan adanya kegiatan konkret untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetapi juga menyelesaikan persoalan bangsa,” ujarnya.

Bupati mengaku dirinya hanya sebagai sarana untuk bekerja, karena menjadi kebutuhan masyarakat.

“Saya merasa belum maksimal dalam bekerja, namun paling tidak ada gerakan baru dilakukan untuk mencapai suatu perubahan,” akunya.

Setelah kembali nanti, ia akan melakukan pertemuan bersama semua guru dan secara khusus bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mappi, Maria Goreti Letsoin, karena telah mengambil peran besar dalam mengkoordinir pendidikan mulai dari PAUD hingga SLTA hingga perguruan tinggi (PT).

Bupati juga berkomitmen dalam tahun 2020, akan dikirim 100 tenaga guru ke daerah pedalaman. Sehingga targetnya sebelum masa jabatan mereka berakhir di 2022, kurang lebih 500 tenaga guru disebar.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan Universitas Sanata Dharma serta Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap rekrutmen tenaga guru untuk dikontrak. Selain itu kita mendidik anak-anak menjadi guru,” katanya.

Disamping merekrut tenaga guru, Pemkab Mappi mem-back up pembangunan infrastruktur pembangunan sekolah serta rumah guru dari mata anggaran dana otonomi khusus (otsus) serta DAU dan DAK. Sehingga pada tahun 2021 semua bangunan dinyatakan 100 persen. (*)

Editor: Yuliana Lantipo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top