Bupati Merauke: Tak boleh ada yang ganggu jalannya pemilu

Bupati Merauke: Tak boleh ada yang ganggu jalannya pemilu

Aparat kepolisian saat menghalau para demonstran yang melakukan aksi demonstrasi – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Bupati Merauke, Frederikus Gebze, mengingatkan tak boleh ada satupun orang yang mengganggu jalannya pesta demokrasi tanggal 17 April 2019 untuk pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan calon legislatif (caleg).

Penegasan itu disampaikan Bupati Fredy kepada sejumlah wartawan, Rabu (13/3/2019). Dikatakan, jika ada yang ingin mengganggu kedaulatan negara, aparat keamanan harus mengambil tindakan tegas sesuai prosedur berlaku.

“Kalau ingin damai, siaplah untuk berperang. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tetap dijaga. Tak boleh ada kegaduhan terjadi dari tingkat atas sampai bawah,” pintanya.

Diharapkan agar aparat TNI/Polri harus bersikap netral dan tak memihak kepada salah satu kelompok atau pasangan calon. Jalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan negara untuk pengamanan.

“Saya juga berterima kasih kepada TNI/Polri yang terus membangun komunikasi dengan baik sehingga tatanan pemerintahan berjalan normal,” ujarnya.

“Sudah tiga tahun kami memimpin Kabupaten Merauke. Selama ini, hubungan keharmonisan dengan semua stakeholder, termasuk TNI/Polri berjalan baik,” ungkapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, Maria Theresia Mahuze, minta semua pihak turut menyukseskan jalannya pesta demokrasi untuk pilpres dan pileg.

“Dalam setiap kesempatan saat melakukan sosialisasi, kami selalu meminta kepada masyarakat ikut menjaga dan menciptakan Kabupaten Merauke yang aman dan kondusif,” katanya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)