Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Nabire diminta segera aktifkan kembali PMI

Suasana donor darah di aula Rastra Samara Polres Nabire. – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua, menyoroti dalam 10 tahun berjalan banyak pasien berupaya mencari dukungan donor darah kepada pihak tertentu. Oleh karena itu, diharapnya setiap wilayah di Papua khususnya yang tidak aktif atau belum ada PMI seperti Nabire, segera dijalankan agar suplai darah teratur.

“PMI Nabire dulu sudah ada, tapi selama 10 tahun ini tidak jalan. Kendalanya pemerintah ini kurang serius, tapi kami telah menyurat ke Bupati Isaias Douw, dan Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekei. Kemarin kami ketemu lagi, secara lisan sudah kami sampaikan dan resminya akan kami kirim, mudah-mudahan ada jawaban,” ujar Ketua Harian PMI Papua, Zakius Degei, kepada Jubi, Senin (4/11/2019).

Karena PMI menurut Degei, satu-satunya Unit Transfusi Darah (UTD) di wilayah Meepago dan berada di Nabire, lalu akhirnya pengelolaannya diberikan ke RSUD Nabire, sebab pengurus dan pembiayaan operasional lumpuh.

“Tapi sampai saat ini UTD itu milik PMI. Nabire sebagai barometer wilayah Meepago khususnya penyiapan darah itu Nabire, UTD harus dibenahi supaya bisa membantu pasien kekurangan darah di Nabire, maupun kabupaten tetangga lainnya,” ujarnya.

Loading...
;

Ia mengungkapkan, pihaknya selalu mendapat laporan bahwa jika pasien butuh donor darah, sering kali meminta bantuan kepada Polri atau pun TNI di Denzipur dan Batalion.

“Tiga bulan yang lalu kami dapat laporan bahwa kehabisan darah di Nabire, sehingga sempat ketemu direktur RSUD Nabire. Kami sampaikan dirikan PMI cepat, lalu melakukan donor darah supaya stok selalu ada di Nabire, kan bisa dapat cepat, ada TNI, polisi dan atlet lainnya,” katanya.

“Apa pun caranya bupati Nabire harus aktifkan PMI. Nabire harus ada itu. Kami di PMI provinsi tunggu tanggapan balik dari bupati, kalau bisa dalam beberapa waktu ke depan, kami bisa lantik pengurus baru supaya semuanya bisa jalan,” tambahnya.

Direktur RSUD Nabire, dr. Andreas Pekey, menegaskan hingga kini Kabupaten Nabire belum ada PMI, sehingga ia mendesak pemerintah daerah setempat, agar segera membuka tempat donor tetap.

“Nabire tidak ada PMI, yang ada itu UTD RS. Maka, harus pemerintah buka PMI, karena PMI itu organisasi vertikal dari pusat. Tidak ada dana khusus untuk UPTD. Kalau PMI ada dana khusus, UPT bergantung pada dana operasional RSUD.”

Menurut dokter Pekey, kebutuhan akan darah untuk setiap bulannya terus meningkat. Bahkan rata-rata diperlukan sebanyak 350 kantong per bulan.

“Dari dulu kekurangan darah. Pasien yang butuh darah banyak, darah yang tersedia terbatas. Masalahnya kita tidak punya pendonor sukarela, yang tiap empat bulan sekali mau mendonorkan darahnya, dan tidak ada bank darah,” ujar Pekey.

Selama ini, menurut Pekey, untuk memenuhi kebutuhan darah pendonor sering hanya dari aparat keamanan (TNI dan Polri). “Selama ini TNI dan Polri yang donor. Kalau masyarakat kurang darah dan perlu darah, biasa mereka lari ke Batalion, Zipur atau Polres Nabire,” kata Pekey. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top