Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati Nduga sampaikan permintaan penarikan TNI/Polri ke DPR RI

Ketua DPR RI berfoto bersama Bupati Nduga dan rombongan. – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Bupati Nduga Yairus Gwijangge beserta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nduga datang menemui Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (5/8/2019). Dalam pertemuan itu, Bupati Nduga menyampaikan permintaan agar semua pasukan non organik TNI/Polri ditarik keluar dari Kabupaten Nduga.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Papua, Steven Abraham saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (6/8/2019). Steven Abraham mengungkapkan pihaknya mengikuti pertemuan Bupati Nduga dan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, yang berlangsung Senin itu.

“Pak Ketua DPR RI memimpin pertemuan. Hadir juga saya bersama Fadli Zon, Robert Cardinal, serta [calon] anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) terpilih, Yoris Rawayai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, demikian menurut Steven, Bupati Nduga meminta kepada pemerintah pusat menarik semua pasukan non-organik dari Nduga. Bupati Nduga menjelaskan sejak pasukan gabungan TNI/Polri melakuan pengejaran terhadap kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pada Desember 2018, ribuan warga sipil Nduga mengungsi.

Loading...
;

Selama delapan bulan, masyarakat dari 11 distrik di Nduga telah mengungsi, demi menghindari konflik bersenjata di Nduga itu. Akibatnya, jelas Steven Abraham, banyak anak Nduga tak bisa mengikuti proses belajar mengajar, dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik.

“Memang sebelas distrik tidak ada penduduknya lagi, karena mereka mengungsi ke tempat lain, mengikuti keluarganya ke Asmat, Yahukimo, Wamena, serta Jayapura,” katanya.

Dalam pertemuan itu Bupati Nduga juga meminta DPR RI dapat mengunjungi Nduga, sekaligus melihat kondisi sesungguhnya disana. “Karena saat ini hampir semua anggota DPR RI sedang melakukan reses, DPR RI belum memutuskan permintaan itu. Akan tetapi, hal itu tetap diagendakan,” kata Steven.

Menurutnya, Bupati Nduga juga menyampaikan harapan agar pembangunan jalan menuju Nduga yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dialihkan ke wilayah di luar Nduga. “Bupati Nduga berharap pekerjaan jalan itu dialihkan ke Mumugi hingga Kenyam, yang masih dalam wilayah Nduga,” kata Steven mengutip permintaan Gwijangge.

Steven menyatakan dalam pertemuan itu Ketua DPR RI memutuskan akan bersurat ke Komisi I DPR RI, meminta mereka segera memanggil Panglima TNI dan membahas masalah Nduga. Pimpinan DPR RI juga meminta Komisi III memanggil Kapolri, untuk membicarakan hal yang sama. Komisi XI juga akan diminta memanggil Kementerian Sosial, untuk mengecek perkembangan pengiriman bantuan bagi para pengungsi Nduga.

“Pak Bupati juga minta adanya penambahan anggaran dalam APBN-Perubahan, agar dapat membantu masyarakat Nduga yang sampai sekarang masih mengungsi di berbagai tempat,” ujar Steven.

Sebelumnya Ketua Gerakan Papua Mengajar (GPM) yang tergabung dalam Tim Solidaritas Peduli Konflik Nduga Papua, Agus Kadepa mengatakan  konflik yang terjadi di kabupaten Nduga sudah merusak masa depan generasi muda Nduga.

“Karena terbukti bahwa di pendaftaran Uncen kali ini melalui jalur lokal itu tidak ada satu anak pun tamatan SMA dari Nduga yang mendaftarakan diri, ini juga membuktikan bahwa selama Desember 2018 hingga Agustus 2019 tidak ada proses belajar mengajar, sehingga berdampak pada tiga ribu lebih anak sekolah yang diabaikan,” katanya saat konfrensi pers di Jayapura, Kamis, (1/8/2019).

Menurutnya, harus ada upaya serius untuk mengatasi kondisi ini sehingga masa depan anak-anak Nduga bisa terjamin. Pemerintah juga harus memberikan kepastian bahwa anak-anak Nduga bisa kembali bersekolah.

“Harus ada upaya kemanusiaan yang dibuat untuk menyelamatkan generasi Nduga saat ini, karena tamatan dari Nduga tidak ada yang mendaftarkan diri untuk kuliah terutama di Uncen dan hal ini juga disampaikan langsung juga oleh panitia penerimaan Maba Uncen,” kata Agus.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top